Polri Berhasil Identifikasi 4 Jenazah Korban Mutilasi di Mimika

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 14 Sep 2022 09:51 WIB
Dibaca Normal 1 menit
TPNPB-OPM menegaskan empat korban mutilasi di Mimika bukan anggotanya.
tirto.id - Polri berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban mutilasi di Mimika. Perlu dua pekan bagi kepolisian mengidentifikasi mereka.

"Berdasarkan hasil dari tim Puslabfor, untuk keempat korban yang berhasil teridentifikasi yakni Arnold Lokbere, Lemanion Nirigi, Iryan Nirigi dan Jenius Tini," kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol Nariyana, dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 September 2022.

"Untuk saat ini keempat jenazah korban mutilasi masih berada di kamar jenazah RSUD Mimika dan belum diambil oleh pihak keluarga," sambung dia.

Arnold Lokbere, Anis Tini, Irian Narigi, dan Lemanion Nirigi tewas dianiaya dan dimutilasi oleh enam personel Brigade Infanteri Raider 20/Ima Jaya Keramo, 22 Agustus 2022. Berdasar versi aparat, Arnold dkk dipancing oleh pelaku untuk membeli senjata jenis AK-47 dan FN seharga Rp250 juta.

Setelah korban dipastikan bersedia untuk transaksi senjata, para pelaku mengatur strategi dengan memancing korban untuk datang ke lahan kosong di SP I. Di situlah keributan terjadi, sehingga korban diduga dianiaya di lahan sekitar musala sebelum dimutilasi.

Potongan tubuh dimasukkan ke dalam enam karung yang terbagi dari satu karung berisi kepala korban, satu karung berisi kaki, dan empat karung berisi badan. Karung-karung itu diisi pula oleh batu. Lantas karung itu dilempar ke Sungai Pigapu.

Sementara, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menyatakan para korban bukanlah bagian dari prajurit pro kemerdekaan Papua.

“Saya cek ke seluruh pimpinan dan anggota wilayah batalion-batalion, kompi-kompi hingga regu dan peleton, serta semua anggota intelijen, telah saya pastikan bahwa mereka semua ada dan sehat. Tidak ada pasukan saya yang korban,” kata Sebby menirukan Brigjen Egianus Kogeya, Panglima KODAP III Ndugama, dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 September.


Baca juga artikel terkait KASUS MUTILASI atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight