Menuju konten utama

Polisi Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Aman dari Teror Bom

Meski sekolah telah dinyatakan aman, kepolisian masih memburu pengirim pesan ancaman bom tersebut.

Polisi Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Aman dari Teror Bom
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi. FOTO/Putri Az zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepolisian memastikan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dalam kondisi aman setelah penyisiran selama sekitar empat jam menyusul adanya pesan ancaman bom pada hari pertama masuk sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyisiran dilakukan bersama tim Gegana, Densus 88, BNPT, serta unit anjing pelacak. Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan di area sekolah.

"Setelah disisir beberapa jam, lebih kurang empat jam, itu tidak ada ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Dinyatakan aman oleh Gegana," kata Nurma Dewi di SDN Serengseng Sawah 15, Senin (13/7/2026).

Meski sekolah tersebut telah dinyatakan aman, kepolisian masih memburu pengirim pesan ancaman tersebut. Nurma menyebut identitas pelaku masih didalami, termasuk motif di balik aksi teror yang terjadi saat hari pertama sekolah.

"Kami masih cari, kami dalami siapa pelakunya. Dan pasti yang jelas kami cari orangnya untuk kami amankan tentunya," ujarnya.

Nurma menambahkan polisi telah mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar sekolah, serta memeriksa tiga orang yang menerima pesan dan pihak pengelola sekolah untuk mendukung penyelidikan.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan tiga orang, dari guru, kemudian staf TU yang di-WA, kemudian kepala sekolahnya. Kami minta keterangan nanti," ucap Nurma.

Sementara itu, keputusan mengenai aktivitas belajar mengajar diserahkan kepada Suku Dinas Pendidikan dan Tenaga Pengajar setelah koordinasi dengan pihak terkait. Kepolisian juga tetap melakukan pengamanan di lokasi sambil melanjutkan pencarian barang bukti.

Nurma menegaskan kepolisian akan mengusut tuntas kasus tersebut karena ancaman ditujukan kepada lingkungan pendidikan.

"Kami harus mencari barang bukti yang jelas untuk mengembangkan, untuk menindaklanjuti kasus yang ada," tutupnya.

Baca juga artikel terkait TEROR BOM atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi