Menuju konten utama

Polisi: Hasil Laboratorium Forensik Sutrimo Keluar Minggu Ini

Hasil lab tersebut akan menunjukkan ada tidaknya kandungan racun dalam tubuh eks Karumga Febrie Adriansyah tersebut, sebelum ia meninggal dunia.

Polisi: Hasil Laboratorium Forensik Sutrimo Keluar Minggu Ini
Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Proses ekshumasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas serta Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesai (PDFMI) yang mencakup pembongaran makam, pemeriksaan luar, serta pengambilan sampel jaringan tubuh untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya mengungkap hasil laboratorium forensik dari proses ekshumasi Sutrimo akan keluar dalam waktu dekat. Salah satu hasil lab tersebut akan menunjukkan ada tidaknya kandungan racun dalam tubuh eks Karumga Febrie Adriansyah tersebut, sebelum ia meninggal dunia

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menerangkan hasil laboratorium forensik itu akan dijelaskan para ahli kepada publik.

“Mudah-mudahan minggu ini. Karena, kan, yang bekerja adalah lab, makanya kami juga berharap nanti setelah hasil lab, itu dokter, tim dokter forensik yang akan menyampaikan. Mereka-mereka yang expert-lah di bidangnya masing-masing,” kata Budi kepada wartawan, dikutip Selasa (25/8/2026).

Budi mengatakan pemeriksaan saksi-saksi juga dilakukan tim penyidik guna mengumpulkan bukti lainnya. Namun, dia tak memerinci apakah pemeriksaan itu juga dilakukan kepada Febrio yang mengantarkan Sutrimo ke rumah sakit.

“Tetapi yang pasti sampai detik ini dalam proses penyidikan ada 27 ya, sudah 27 saksi yang diperiksa,” ujar Budi.

Diketahui, proses ekshumasi makam Sutrimo dilakukan oleh aparat Polda Metro Jaya pada Rabu (12/8/2026) siang. Makam Sutrimo dibongkar dan jenazah langsung dibawa untuk diautopsi secara menyeluruh.

Kombes Budi Hermanto menyebut proses autopsi jenazah Sutrimo kini dipimpin oleh tim pakar Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI).

“Dipimpin Ketua PDFMI Brigjen Pol Dr. Hasty dan Prof. Dr. Yudi,” tutur Budi pada Rabu.

Hasty menerangkan tim forensik memerlukan waktu karena kondisi jenazah yang sudah membusuk. Sebab, jenazah sudah 19 hari sejak kematian.

"Belum selesai hasil pemeriksaan labnya, karena jenazah sudah 19 hari, tentu sudah busuk sekali. Itulah tantangannya," ungkap dia saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/8/2026).

Dia menerangkan, sejauh ini tim forensik juga belum bisa memastikan apakah ada racun di dalam tubuh Sutrimo. Namun, tim forensik hanya mendapati riwayat penyakitnya, yakni diabetes dan jantung.

Baca juga artikel terkait PENEMUAN JENAZAH atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama