Menuju konten utama

Prabowo Minta Komunikasi Bakom Lebih Dekat dengan Masyarakat

Prabowo harapkan Bakom juga berperan sebagai jembatan untuk menampung berbagai masukan, keluhan, dan kritik masyarakat.

Prabowo Minta Komunikasi Bakom Lebih Dekat dengan Masyarakat
Syahganda Nainggolan (kiri) menandatangani berita acara pelantikan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Foto: Tim Media Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, dan Wakil Kepala Bakom, Fadli Tri Hartono, ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Minggu (4/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta Bakom untuk memperkuat komunikasi pemerintah agar lebih dekat dengan masyarakat, termasuk dengan mendengarkan kritik dan aspirasi publik.

Selain itu, dalam pertemuan itu dibahas pula upaya penguatan peran Bakom dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaat kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap cara pemerintah mengomunikasikan kebijakan kepada publik. Presiden meminta agar komunikasi pemerintah tidak sekadar menyampaikan program yang dikerjakan, tetapi juga menjelaskan manfaat dan tujuan di balik kebijakan tersebut.

“Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/10/2026).

Selain penggunaan bahasa yang sederhana, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, Bakom diharapkan tidak hanya menjadi saluran penyampaian informasi pemerintah, tetapi juga berperan sebagai jembatan untuk menampung berbagai masukan, keluhan, dan kritik masyarakat.

Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden.

“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” kata Teddy.
Melalui pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan pentingnya pola komunikasi pemerintah yang terbuka, dialogis, dan berkesinambungan. Dus, pemerintah diharapkan tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang bersedia mendengar dan merespons suara masyarakat.

Melalui penguatan peran Bakom, pemerintah berharap komunikasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sementara aspirasi publik dapat tersampaikan kepada pemerintah.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah,” tutup Teddy.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto