tirto.id - Polisi membentuk tim khusus untuk mencari bocah hilang bernama Alvaro. Dalam kasus ini, Alvaro hilang sejak 6 Maret 2025 setelah melakukan salat Magrib di masjid dekat rumahnya di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Sudah (dibentuk tim khusus). Kami dari Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya bergabung secara intens dan saling berkomunikasi," ucap Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Ia menerangkan bahwa sejauh ini berbagai informasi yang masuk terus didalami untuk mencari petunjuk keberadaan Alvaro. Seala tak menampik, CCTV di sekitar lokasi menjadi kendala karena sistem DVR menghapus rekaman setiap satu hari sekali.
"Karena CCTV yang ada di daerah sana sifatnya satu hari sekali terhapus, pada saat Pak Tugimin membuat laporan pukul 20.00 WIB, rekamannya sudah hilang," ujarnya.
Seala mengemukakan bahwa sejumlah informasi juga kerap datang kepada keluarga, tetapi sebagian merupakan modus penipuan dan pemerasan.
Ia mengatakan tim penyelidik meminta keluarga menyerahkan semua informasi agar ditindaklanjuti polisi demi menghindari penipuan yang meminta uang. Sejumlah lokasi telah didatangi tim gabungan, tetapi belum memberikan petunjuk keberadaan Alvaro.
"Untuk sampai saat ini, setiap ada informasi yang masuk, kami selalu melakukan pencarian. Dugaan keberadaan adik Alvaro selalu kami tindak lanjuti ke lokasi-lokasi tersebut, seperti ke Pandeglang, Banten, dan ke Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat," ujarnya.
Hingga kini, kata Seala, tim gabungan belum dapat menyimpulkan apakah hilangnya Alvaro merupakan tindakan penculikan. Tim masih fokus menelusuri keberadaan bocah tersebut, termasuk ke keluarga ayahnya di Batam.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id


































