tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menepati janjinya memberikan bonus kepada para atlet peraih medali SEA Games 2026 Thailand. Total bonus yang diberikan presiden mencapai Rp465,25 miliar.
Khusus peraih medali emas, Prabowo memberikan penghargaan Rp1 miliar, terbesar sepanjang sejarah.
Prabowo sempat berpesan kepada para atlet peraih penghargaan untuk menggunakan bonus yang diberikan negara dengan baik.
"Saya titip sama saudara-saudara, saudara masih muda. Jangan pakai untuk yang tidak positif, berbuat yang baik, tabung untuk masa depanmu, orang tuamu, untuk dirimu," kata Prabowo saat pidato dalam agenda penyerahan penghargaan di Istana Negara, Kamis (8/1/2026).
Ia menyatakan sangat menghargai perjuangan para atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2026 di Thailand.
Menurut Prabowo, mudah bagi pimpinan untuk memberikan ucapan apresiasi semata. Namun, menurut dia uang yang digelontorkan negara kepada para atlet adalah bentuk penghargaan.
"Maksudnya itu adalah mendorong untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masamu yang akan datang. Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak. Ini adalah penghargaan," ucap Prabowo.
Menjadi atlet profesional yang berprestasi, menurut Prabowo, mengorbankan banyak hal dan meninggalkan kenyamanan. Para atlet mesti mengeluarkan tenaga lebih dan waktu yang panjang untuk menempa diri.
"Saudara korbankan mungkin hal-hal yang saudara bisa hidup dengan enak, santai, tapi saudara latihan, saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas itu, penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu," terang Prabowo.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan menjadi atlet membutuhkan mental khusus. Apalagi menjadi atlet berprestasi di kancah internet.
Ia mengapresiasi raihan jajaran atlet dan tim pelatih SEA Games 2026 karena telah membawa Indonesia finis di peringkat kedua, hanya kalah medali dari tuan rumah Thailand.
Selain bonus Rp1 miliar untuk peraih emas tunggal, besaran penghargaan Prabowo kepada para atlet mencakup; Rp315 juta untuk peraih perak tunggal dan Rp157 juta untuk peraih perunggu tunggal. Skema khusus juga disiapkan bagi nomor beregu dan pelatih.
"Menjadi atlet yang dipilih di kancah internasional, itu mentalnya lebih lagi, lebih khusus lagi. Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional," tutur Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

























