Menuju konten utama

Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran

Selain Amran, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Heri Sunarto, petani dari Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo.

Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). tirto.id/M Fajar Nur

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan itu diberikan atas jasa Amran dalam pencapaian target swasembada pangan 2025.

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dibacakan Sekretaris Militer Presiden, Wahyu Yudhayana.

“Menganugerahkan tanda kehormatan bintang jasa atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara,” ujar Wahyu, Rabu.

Pemberian penghargaan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya.

Selain Amran, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Heri Sunarto, petani dari Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo.

Sementara Bintang Jasa Nararya diberikan kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Poktan Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi.

Presiden turut memberikan Satyalancana Wira Karya kepada 11 penerima, yakni Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika, Setyo Wahono, Aep Syaepuloh, AKBP Toni Kasmiri, AKBP Yugi Bayu Hendarto, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, Letkol Czi. Dili Eko Setyawan, Don Muzakir, Mugi Raharjo, Aseng, dan Nurul Hadi.

Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.10 WIB dan berkeliling meninjau produk-produk hilirisasi pertanian serta hasil panen raya. Presiden kemudian memasuki area utama acara sekitar pukul 11.53 WIB didampingi Menteri Amran.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, dan anggota DPR RI juga tampak hadir.

Pantauan Tirto di lokasi, hadir pula Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariyadi alias Titiek Soeharto, serta sejumlah menteri dan gubernur.

Acara ini dihadiri sekitar 5.000 petani dan penyuluh pertanian secara langsung, serta diikuti sekitar 2 juta petani secara daring dari seluruh Indonesia. Sejumlah perwakilan perbankan, asosiasi petani, dan perguruan tinggi juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,7 juta ton dan berada di atas kebutuhan konsumsi nasional.

Cadangan beras pemerintah, kata dia, sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,24 juta ton.

“NTP kita 115, ini juga tertinggi Bapak Presiden. Ekspor kita naik Bapak Presiden 33 persen nilainya 158 triliun selisihnya," ucap Amran di hadapan Presiden Prabowo.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty