Menuju konten utama

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran

Pertamina meminta masyarakat tidak panik terkait ketidakpastian pasokan BBM selama periode Ramadhan-Idul Fitri 2026.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran
Kantor Pusat Pertamina di Jl. Medan Merdeka Timur 1a, Jakarta Pusat. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - VP Corporate Communication PT Pertamina Persero, M Baron, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) perusahaan berpelat merah itu aman selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.

Di satu sisi, ia belum dapat memastikan apakah tarif BBM non-subsidi bakal naik setelah Lebaran 2026. Pertamina disebut masih membahas lebih lanjut terkait tarif BBM non-subsidi.

"Stok untuk Ramadhan dan Idul Fitri aman, insyaAllah bisa berjalan dengan baik. Itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu," ucapnya di Graha Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

"Untuk tarif BBM ke depan, ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut," sambung Baron.

Ia menyebutkan, Pertamina melalui Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri telah memastikan pasokan BBM selama periode tersebut. Baron meminta masyarakat tidak panik terkait ketidakpastian pasokan BBM selama periode Ramadhan-Idul Fitri 2026.

"Jadi, masyarakat tidak perlu panik, dan kami dari sisi Pertamina, dari semua unsur Pertamina Group, akan mendukung dan akan tergabung di dalam Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri," tutur Baron.

Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Stok energi yang disebut dalam kondisi aman, yakni cadangan crude, BBM, dan liquefied petroleum gas (LPG).

Bahlil menilai, kesiapan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama periode hari raya.

“Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, ya Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut Bahlil, standar minimum nasional ketahanan energi ditetapkan selama 21 hari. Posisi cadangan energi saat ini diklaim melampaui batas minimal tersebut.

Di satu sisi, kata Bahlil, kapasitas penyimpanan nasional memang masih terbatas pada kisaran kurang dari satu bulan. Namun, ia menilai, kondisi tersebut masih cukup aman untuk menghadapi lonjakan konsumsi.

“Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," klaimnya.

Baca juga artikel terkait PT PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama