STOP PRESS! Hasil Pembicaraan Menlu & Kedubes AS Soal Penolakan Jenderal Gatot

Perpres Pengganti Permen Full Day School Segera Diterbitkan

Perpres Pengganti Permen Full Day School Segera Diterbitkan
Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan pertanyaan berhadiah sepeda, kepada siswa SMK Pertanian Maluku, Ridho (kanan), sesaat setelah membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Ambon, Maluku, Rabu (8/2). ANTARA FOTO/Embong Salampessy.
Reporter: Maya Saputri
14 Agustus, 2017 dibaca normal 1 menit
Peraturan Presiden (Perpres) tentang penguatan pendidikan karakter menggantikan Permen mengenai kebijakan "full day school" akan segera diterbitkan.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyatakan akan segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang penguatan pendidikan karakter untuk menggantikan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang kebijakan sekolah lima hari atau "full day school".

"Perpres sudah kami godok dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, nanti kalau selesai akan diumumkan," kata Jokowi usai memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 7 Kabupaten Jember, Minggu (13/8/2017).

Presiden Jokowi menegaskan tidak ada keharusan sekolah menerapkan kebijakan lima hari sekolah sehingga sekolah yang sudah melaksanakan kebijakan enam hari sekolah tetap bisa dilanjutkan.

"Perlu saya tegaskan berkali-kali, sekolah tidak wajib mempraktikkan sekolah lima hari, namun apabila sudah ada sekolah yang menerapkan full day school bisa dilanjutkan asalkan tidak ada keberatan dari semua pihak," tegas Presiden.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan Perpres ini mengatur kebijakan sekolah lima hari sebagai pilihan, bukan kewajiban.

"Kemungkinan Perpres itu akan turun minggu depan. Peraturan Mendikbud ditingkatkan menjadi Perpres dengan berbagai macam penyempurnaan, termasuk saran dari berbagai pihak," kata Muhadjir.

Baca juga: Membaca Polemik Full Day School

Ia mengatakan sekolah lima hari adalah pilihan sehingga sekolah yang menerapkan sekolah enam hari bisa jalan terus, sedangkan sekolah yang sudah menerapkan lima hari juga bisa jalan terus, asal tidak mengganggu kegiatan diniyah.

"Di Indonesia tercatat sebanyak 9.000 sekolah yang menjadi percontohan dan hampir di semua daerah memiliki pilot project sekolah yang menerapkan lima hari sekolah," kata Muhadjir.

Selama ini, lanjut Muhadjir, masyarakat salah memahami kebijakan full day school yang mengartikan delapan jam belajar di sekolah, padahal delapan jam adalah beban kerja guru.

Baca juga: Full Day School yang Gegabah

Baca juga artikel terkait FULL DAY SCHOOL atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - may/may)

Keyword