tirto.id - Rumor mengenai tewasnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran. Bagaimana fakta terbarunya?
Spekulasi mengenai kondisi Benjamin Netanyahu ini pertama kali mencuat setelah media Iran, termasuk Tasnim News Agency pada 10 Maret 2026, menerbitkan laporan yang menyebut ia kemungkinan tewas atau terluka akibat serangan balasan Iran.
Laporan tersebut tidak disertai bukti visual maupun konfirmasi resmi, namun cepat menyebar karena beberapa situasi yang dianggap “tidak biasa” oleh publik dan media internasional.
Salah satu pemicu utamanya adalah absennya Netanyahu dari penampilan publik selama beberapa hari dan tidak adanya pesan video rutin yang biasanya ia sampaikan setiap hari selama konflik.
Selain itu, sejumlah pernyataan dari kantor perdana menteri hanya dirilis dalam bentuk teks tanpa foto atau video terbaru, sehingga menimbulkan kecurigaan di kalangan pengamat.
Spekulasi semakin berkembang ketika kunjungan utusan Amerika Serikat ke Israel dibatalkan secara mendadak tanpa penjelasan resmi, bersamaan dengan laporan mengenai peningkatan keamanan di sekitar kediaman perdana menteri.
Situasi perang juga mempercepat penyebaran rumor di media sosial, termasuk klaim bahwa Netanyahu melarikan diri ke luar negeri atau bahwa anggota keluarganya menjadi korban serangan.
Kombinasi antara laporan media yang belum diverifikasi, kurangnya klarifikasi langsung dari pihak Israel pada tahap awal, serta dinamika perang informasi antara Iran dan Israel membuat rumor tersebut cepat viral dan dipercaya sebagian orang sebelum fakta yang lebih jelas muncul.
Seperti diketahui, Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. AS menyebut operasi tersebut sebagai Operation Epic Fury, sedangkan Israel menamainya dengan Operation Roaring Lion.
Pada gelombang pertama serangan, koalisi ini berhasil menyerang ke kediaman dan kantor dari Supreme Leader Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan udara tersebut juga menewaskan sang pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Tak tinggal diam, Iran secara konsisten juga melancarkan serangan ke Israel dan juga beberapa titik di negara Timur Tengah yang terdapat pangkalan militer AS.
Perang yang memasuki hari ketiga belas hari ini juga mengancam kestabilan ekonomi dunia karena Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz, jalur penting untuk distribusi minyak dari negara-negara Timur Tengah ke seluruh dunia.
Fakta-fakta Keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Berikut fakta-fakta terbaru terkait rumor yang menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu cedera atau bahkan tewas akibat serangan Iran:
1. Netanyahu masih aktif menjalankan tugas pemerintahan
Ia tercatat menghadiri beberapa kegiatan resmi, termasuk pertemuan dengan para kepala dewan lokal di Israel untuk membahas kondisi dalam negeri selama operasi militer pada 10 Maret 2026.2. Netanyahu juga terlihat mengunjungi Pelabuhan Ashdod
Dalam kunjungan tersebut ia didampingi Menteri Transportasi Israel dan memantau kelangsungan perdagangan maritim selama operasi militer Operation Roaring Lion pada 10 Maret 2026.אתמול ביקרתי בחמ״ל הבריאות הלאומי יחד עם שר הבריאות חיים כץ, וקיבלתי סקירה על הפעילות המרשימה של מערכת הבריאות בזמן המערכה.
— Benjamin Netanyahu - בנימין נתניהו (@netanyahu) March 10, 2026
פגשתי אנשים מסורים שפועלים מסביב לשעון כדי להבטיח טיפול רפואי, רציפות תפקודית ומענה לאזרחי ישראל בשעת חירום.
אני מבקש לחזק את ידי הרופאים, האחיות, צוותי… pic.twitter.com/uUOc4ZtyrV
3. Tidak ada bukti bahwa Netanyahu tewas atau terluka Hingga kini tidak ada konfirmasi dari pemerintah Israel, militer, maupun sumber terpercaya yang mendukung klaim tersebut.
4. Klaim tentang kematian atau cedera anggota lain juga tidak terbukti
Mengutip Hindustan Times pada 11 Maret 2026, rumor yang mengatakan bahwa adik Benjamin Netanyahu, Iddo Netanyahu dan politisi Israel Itamar Ben-Gvir tewas atau terluka dalam serangan Iran juga dinilai sebagai hoaks.5. Narasi pelarian Netanyahu juga tidak benar
Beberapa unggahan media sosial sempat mengklaim Netanyahu meninggalkan Israel menuju Jerman, namun laporan lapangan menunjukkan ia masih berada di Israel dan menghadiri agenda resmi.Pemerintah Israel terus mengeluarkan pernyataan resmi atas nama Netanyahu. Pernyataan tersebut berkaitan dengan situasi perang, kondisi ekonomi, dan kesiapan sistem kesehatan nasional selama konflik.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































