Menuju konten utama

Info Terakhir Keberadaan Netanyahu Menurut Web Pemerintah Israel

Keberadaan Benjamin Netanyahu sempat menjadi perhatian karena ia diduga tewas. Situs web resmi Pemerintah Israel posting video dan kegiatan Netanyahu.

Info Terakhir Keberadaan Netanyahu Menurut Web Pemerintah Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ketua rapat kabinet mingguan di kantornya di Yerusalem, Minggu, 10 Maret 2019. (Gali Tibbon / Pool Photo via AP)

tirto.id - Pemerintah Israel terakhir mengunggah kegiatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan kunjungan ke Pusat Komando Kesehatan Nasional pada 9 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga memberi pernyataan bernada ancaman ke Iran.

Unggahan video Netanyahu di NBC News pada 10 Maret 2026 senada dengan rilis resmi di website Pemerintah Israel tentang kunjungan sang Perdana Menteri ke Pusat Komando Kesehatan Nasional di hari sebelumnya.

Netanyahu Ancam Iran Saat Kunjungi Pusat Komando

Dalam laporan di portal resmi pemerintah Israel, pada Senin 9 Maret 2026, Netanyahu mengunjungi Pusat Komando Kesehatan Nasional bersama Menteri Kesehatan Haim Katz dalam rangka koordinasi lanjutan Operasi Roaring Lion, sebutan untuk operasi militer Israel ke Iran.

Di sana, mereka menerima pengarahan dari Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Moshe Bar Siman Tov mengenai aktivitas sistem kesehatan selama kampanye tersebut.

Dalam pengarahan itu, Netanyahu diperkenalkan pada cara kerja Pusat Komando, yang memantau kegiatan rumah sakit, ketersediaan tenaga medis, serta stok peralatan dan obat-obatan secara real-time.

Selain itu, dijelaskan juga kesiapan rumah sakit yang beroperasi di lokasi terlindungi, peningkatan kapasitas penerimaan korban, dan cara menjaga kelangsungan pelayanan medis melalui HMO dan rumah sakit selama masa konflik.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memberi kesempatan bagi rakyat Iran untuk bebas dari tirani, meski keputusan akhir ada pada mereka.

“Aspirasi kami adalah untuk memungkinkan rakyat Iran melepaskan diri dari belenggu tirani; pada akhirnya, itu terserah mereka. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa melalui tindakan yang telah dilakukan sejauh ini, kami sedang menghancurkan tulang-tulang mereka dan masih akan ada lagi yang akan datang,” tegas Netanyahu.

Ia juga menyatakan bahwa Israel melalui tindakan militernya berhasil melemahkan musuh dan membawa perubahan besar, termasuk memperkuat posisi Israel di dunia internasional.

“Jika kita berhasil bersama rakyat Iran, kita akan mengakhiri secara permanen sejauh mana hal-hal seperti itu ada dalam kehidupan bangsa-bangsa. Kita akan membawa perubahan, dan kita sudah membawa perubahan besar dalam kedudukan internasional Israel,” lanjutnya.

Penyebab Munculnya Isu Benjamin Netanyahu Tewas

Sebelumnya, artikel dari media Iran Tasnim News Agency pada 11 Maret 2026 menyoroti spekulasi yang berkembang di beberapa sumber berbahasa Ibrani terkait kemungkinan cedera atau kematian Netanyahu.

Tasnim mengguncang media global dengan klaim yang belum terverifikasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas atau terluka parah dalam serangan balasan baru-baru ini.

Ketidakhadiran Netanyahu di publik selama empat hari, pembatalan pesan video, serta pembatalan mendadak kunjungan utusan tingkat tinggi Amerika Serikat tanpa penjelasan telah memicu spekulasi.

Laporan tersebut menunjuk pada hilangnya Netanyahu sepenuhnya dari pandangan publik selama hampir empat hari, sebuah penyimpangan drastis dari kebiasaannya menyampaikan pesan video setiap hari.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra