Menuju konten utama

Pengusaha Minta Ritel Modern Jadikan Koperasi Merah Putih Mitra

Bila diposisikan sebagai kompetitor, ritel modern dan Koperasi Desa Merah Putih bakal saling bersaing menggaet hati masyarakat.

Pengusaha Minta Ritel Modern Jadikan Koperasi Merah Putih Mitra
Pramuniaga mengantarkan barang kebutuhan pokok milik pembeli di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Girimukti, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (24/9/2025). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym.

tirto.id - Ketua Umum Asosiasi Global Ritel Indonesia (AGRI), Roy N Mandey, meminta jaringan ritel modern tidak menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai kompetitor. Hal ini ia nyatakan merespons rencana pembatasan operasional ritel modern ketika KDMP beroperasi sepenuhnya.

Menurut Roy, saat diposisikan sebagai kompetitor, ritel modern serta KDMP bakal saling berupaya untuk bersaing menggaet hati masyarakat.

"Ritel modern dan koperasi ini seharusnya tidak diposisikan sebagai kompetitor. Kalau kompetitor itu bisa saling meniadakan," ucap Roy melalui sambungan telepon, Senin (23/2/2026).

Roy menilai ritel serta Koperasi Merah Putih seharusnya diposisikan sebagai mitra. Dengan demikian, proses distribusi kebutuhan dinilai bakal semakin merata. Selain itu, dengan kemitraan tersebut, pertumbuhan ekonomi disebut akan semakin meningkat.

"Harusnya sebagai mitra antara ritel modern dengan Koperasi Desa ini, dalam memperluas jaringan distribusi dan memperkuat ekonomi nasional. Nah, itu ada manfaat bersamanya. Itu posisi yang rasional, tidak kontroversial, punya posisi masing-masing," urai dia.

Roy turut mengingatkan, ritel modern memberikan kontribusi besar kepada negara. Salah satunya, yakni melalui penyerapan tenaga kerja yang terus bertambah setiap tahun.

Kemudian, ritel modern juga menyediakan kestabilan pasokan serta kestabilan harga, meski ada momen besar di Indonesia. Contohnya, momen Ramadhan maupun Lebaran.

"Kita tahu di saat sekarang ini menjelang Lebaran atau saat Ramadhan, yang namanya ketersediaan barang dan kestabilan harga pasti ada di ritel. Barang itu kita siapkan dari jauh-jauh hari, sudah ada di gudang kita, dan itu semuanya tentunya menjamin akan ketersediaan barang dan kestabilan harga," tutur dia.

Di satu sisi, Roy mengaku mendukung program KDMP yang digagas sebagai instrumen untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Ia berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang seimbang antara pelaku usaha ritel modern dengan keberadaan KDMP.

"Perlu ada balance antara mengedepankan instrumen ekonomi kerakyatan dan juga tetap menjaga atau me-maintain terhadap hasil atau peran daripada ritel modern selama ini," sebut Roy.

Sebagai informasi, sinyal pembatasan ritel sempat disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin dalam agenda Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat: Langkah Awal Transformasi Bangsa di Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Saat itu, ia menyebutkan, jaringan ritel modern membunuh usaha kecil milik masyarakat maupun perekonomian di desa. Imin turut menyatakan sejumlah merek dagang minimarket yang dinilai membunuh usaha kecil serta perekonomian di desa.

"Kita mengerti betul retail-retail raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita Bahkan membunuh ekonomi rakyat, termasuk membunuh para pelaku UMKM," ucapnya.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto