Menuju konten utama

Pengancam Kepala Pengamanan Pasar Induk Kramatjati Ditangkap

Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial PP (45) terkait aksi premanisme terhadap kepala sekuriti Pasar Induk Kramatjati.

Pengancam Kepala Pengamanan Pasar Induk Kramatjati Ditangkap
Ilustrasi penjahat diborgol. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Sesmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial PP (45) terkait aksi premanisme terhadap kepala sekuriti Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Tersangka ditangkap di rumah kontrakannya Jalan Kramat Barat 21, Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menjelaskan penangkapan berawal dari adanya chief security Pasar Induk Kramatjati yang duduk di pos pantau. Tiba-tiba didorong dengan badan oleh pelaku. Tersangka PP kemudian dengan nada teriak menanyakan kepada korban apakah ingin ribut dengannya karena semua pedagang di bawah koordinatornya tidak boleh menjajakan jualannya.

"Atas perintah siapa itu?" kata PP kepada korban, sebagaimana penjelasan Ressa, Kamis (5/5/2025).

Menurut Ressa, pada saat korban yang juga merupakan seorang purnawirawan Polri itu berdiri, PP langsung meninggalkan tempat tersebut ke arah Lobi Cabai. Korban lalu mengejarnya karena sempat diancam.

Ressa mengungkapkan, saat itu PP langsung melarikan diri dan tidak bisa ditangkap oleh korban. Korban akhirnya membuat laporan ke Polsek Kramatjati yang langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

"Selanjutnya tim melakukan serangkaian olah TKP, observasi, terhadap saksi di sekitar TKP serta melakukan analisa kepolisian. Berdasarkan hasil analisa kepolisian, tim berhasil mengidentifikasi pelaku, dan tim berhasil mengamankan 1 orang pelaku atas nama PP," ucap Ressa.

Dalam video yang viral pada akun @warungjurnalis di Instagram, korban dan tersangka PP sempat cekcok karena preman tersebut tak terima pedagang kaki lima (PKL) yang dibekinginya ditertibkan. PP terlihat menantang korban bertarung.

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Timur menindaklanjuti aksi premanisme di lokasi tersebut hingga menangkap enam pelaku pungutan liar (pungli). Para pelaku melakukan pungli dengan mengatasnamakan Koperasi Bapengkar dan biaya parkir liar hingga meresahkan para pedagang hingga pengunjung pasar.

Enam pelaku yang ditangkap adalah S (56), S (61), RM (39), K (38), Z (43), dan S (43). Seluruh pelaku diketahui berprofesi sebagai juru parkir dan kedapatan menerima pungutan liar dengan nilai bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga Rp40.000.

"Kami temukan praktik pungli berkedok koperasi yang dilakukan oleh para juru parkir. Ini jelas melanggar hukum dan sangat merugikan masyarakat," ungkap salah satu petugas kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicholas Ary Lilypali, menegaskan, keenam pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Operasi Berantas Jaya 2025, dipastikan akan terus dilanjutkan demi menciptakan lingkungan pasar yang aman dan bebas pungli.

“Kami akan terus berusaha sampai praktik pungli di wilayah hukum Jakarta Timur dapat diatasi dan memberi rasa aman kepada masyarakat," ucap Nicholas .

Baca juga artikel terkait PREMANISME atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama