tirto.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) bukukan pendapatan 801,7 juta dolar AS atau meningkat 9 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia, menyampaikan bahwa lonjakan pendapatan ini disertai dengan perbaikan pada sejumlah indikator.
"Pendapatan atau revenue untuk tahun buku 2025 mencapai 801,7 juta dolar AS. 9 persen lebih tinggi dibandingkan pendapatan full year untuk tahun 2024," ujar Bani dalam paparan kinerja perusahaan secara daring, Senin (30/3/2026).
Tak hanya itu, EBITDA PT Samudera Indonesia juga mengalami peningkatan 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sebesar 200,2 juta dolar AS. Namun, laba usaha mengalami penurunan tipis 3 persen menjadi 93,7 juta dolar AS.
"Ini (penurunan laba usaha) juga lebih banyak disebabkan oleh penurunan atau impact penurunan free trade di second half of 2025. Akibat tentunya dinamika perang dagang yang terjadi di tahun lalu," jelas Bani.
Meskipun laba usaha terkoreksi, laba bersih setelah pajak justru meningkat 3 persen menjadi 52,1 juta dolar AS. Laba per saham juga tumbuh 6 persen mencapai 52,4 dolar AS per lembar saham.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas perusahaan di akhir tahun 2025 tercatat sebesar 317,7 juta dolar AS. Total aset lancar mencapai 623,6 juta dolar AS atau naik 2 persen dibandingkan periode 2024.
Utang bank jangka pendek tercatat 42,3 juta dolar AS, sementara utang bank jangka panjang tercatat lebih rendah 13 persen menjadi 160,5 juta dolar AS.
"Saat ini, total aset kami sudah mencapai 1,4 miliar dolar AS, tertinggi di sejarah perusahaan. Dan demikian juga dengan tingkat ekuitasnya sebesar 773 juta dolar AS," ungkap Bani.
Dalam kesempatan yang sama, Bani mengungkapkan bahwa Samudera Indonesia telah menghentikan seluruh layanan yang berhubungan dengan kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
"Saat ini, seluruh service kami yang terkait dengan Middle East sudah kami suspend. Untuk sementara, kami tidak mengaktifkan service-service yang call kepada pelabuhan-pelabuhan di Middle East. Seluruh aset kapal kami juga yang tadinya beroperasi untuk service Middle East sudah kami alihkan ke service-service lain," katanya.
Alih-alih tertekan, perseroan justru memanfaatkan momentum ini untuk berekspansi ke sejumlah kawasan baru. Samudera Indonesia secara resmi mulai melayani pelayaran domestik antarpelabuhan di Jepang melalui anak usahanya, Samudera Japan Kabushiki Kaisha dan Blue Ocean Shipping Limited. Mereka mengoperasikan dua unit kapal berbendera Jepang, Sagami dan Hyogo.
"Meskipun ada perang dan meskipun kami menghentikan operasional di Middle East—sementara tentunya, kami mengalihkan ke area-area lain, regional-regional lain, di mana ternyata peluangnya malah bertambah banyak," ujar Bani.
Perseroan juga tengah mempersiapkan layanan baru di kawasan Far East yang menghubungkan Nagoya, Kobe, dan Busan. Selain itu, Samudera Indonesia akan mulai mengoperasikan kapal di Amerika Selatan pada bulan depan dengan melayani pelabuhan di Argentina dan Brazil.
Untuk mendukung ekspansi ini, perseroan telah memesan empat unit kapal baru yang terdiri dari 2 unit kapal peti kemas dan 2 unit kapal chemical tanker. Kapal-kapal tersebut akan dibangun di galangan kapal di Cina dan ditargetkan bergabung dengan armada Samudera Indonesia pada tahun depan.
"Rencana akusisi juga terus kami kaji. Ada beberapa di pipeline," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































