Penanganan Wabah PMK di Sampang Terkendala Kurangnya Dokter Hewan

Penulis: - 24 Jun 2022 08:17 WIB
Di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, hanya ada 18 dokter dan 23 mantri hewan yang melayani 180 desa di 14 kecamatan.
tirto.id - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Suyono berdalih instansinya belum bisa bergerak cepat dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) karena kekurangan dokter hewan.

"Jumlah dokter hewan di Sampang ini hanya 18 orang dengan 23 mantri, sedangkan mereka harus melayani 180 desa di 14 kecamatan," kata Suyono di Sampang, Kamis (24/6/2022), dikutip dari Antara.

Hal itu juga tak sebanding dengan jumlah sapi milik warga dan peternak di Sampang yang lebih dari 217 ribu ekor.

Suyono mengatakan kurangnya dokter dan mantri hewan ini menyebabkan pelayanan ternak sakit di Sampang kurang maksimal. Rata-rata petugas kesehatan hewan menangani 20 sampai 30 sapi bergejala PMK.

"Tapi, sepanjang ada laporan dari warga yang disertai alamat jelas, maka pasti akan tertangani," kata dia.

Selain kekurangan dokter dan mantri hewan, kendala lain yang dihadapi DPKP Pemkab Sampang dalam penanganan PMK adalah anggaran. Menurut Suyono, anggaran yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp300 juta pada biaya tak terduga.

"Ini kami gunakan untuk membeli obat, tapi yang jelas tidak akan cukup mengingat sapi sakit milik warga saat ini hampir merasa [sakit bergejala PMK] di semua kecamatan," katanya.

Apalagi, kata dia, jumlah sapi terserang wabah PMK berdasarkan laporan petugas lapangan di masing-masing kecamatan kini sudah lebih dari tiga ribu ekor.

DPKP Sampang tengah berkoordinasi dengan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk mendapatkan obat-obatan.


Baca juga artikel terkait WABAH PMK atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight