Menuju konten utama

Pemprov Jateng akan Tambah Penerima Bantuan Guru Agama Nonformal

Program insentif untuk guru agama nonformal di Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan sejak 2019 dalam bentuk hibah.

Pemprov Jateng akan Tambah Penerima Bantuan Guru Agama Nonformal
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai memimpin Apel Kesiapsiagaan di halaman kantor Gubernuran, Kamis (15/5/2025). (FOTO/Humas Pemprov Jateng)

tirto.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan terus melanjutkan program bantuan insentif atau tambahan penghasilan untuk ratusan ribu guru agama nonformal di wilayahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, mengatakan bahwa Pemprov Jateng berupaya menambah jumlah penerima insentif pada tahun depan asalkan pendapatan asli daerah (PAD) meningkat.

"Akan tetap kami teruskan [program insentif bagi guru agama nonformal]. Semoga kalau PAD-nya naik akan kami tambah lagi," kata Taj Yasin usai menghadiri acara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Rabu (14/5/2025).

Taj Yasin menegaskan bahwa guru agama yang menerima insentif tidak hanya ustaz madrasah atau pesantren (Islam) saja, tetapi juga para guru sekolah Minggu (Kristen/Katolik), guru Pasraman (Hindu), hingga Vijjalaya (Buddha).

Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2024, insentif guru keagamaan dialokasikan untuk 230.830 orang. Masing-masing guru diberi Rp1,2 juta per tahun. Jumlah tersebut sama dengan jumlah penerima pada 2023 lalu.

Taj Yasin mengakui belum semua guru agama menerima insentif karena harus diverifikasi secara ketat oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Pada termin III 2024, Pemprov Jateng menyerahkan bantuan insentif senilai Rp104,76 miliar kepada 262.020 guru agama nonformal di wilayahnya.

Rinciannya, insentif sebesar Rp92,38 miliar diberikan kepada 230.830 guru agama melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, sementara sisanya didistribusikan kepada penerima bantuan di Rembang, Grobogan, dan Blora.

Program insentif untuk guru agama nonformal di Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan sejak 2019 dalam bentuk hibah. Di awal program bergulir, guru agama yang mendapatkan insentif sebanyak 171.131 orang. Pada 2020, total penerima bertambah menjadi 211.455 orang.

Baca juga artikel terkait INSENTIF GURU NGAJI atau tulisan lainnya dari Baihaqi Annizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Baihaqi Annizar
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi