Menuju konten utama

Pemprov DKI Pangkas Target Sekolah Swasta Gratis Jadi Cuma 100

Pemangkasan target sekolah swasta gratis dari 260 jadi 100 dilakukan usai menghitung ulang kapasitas APBD Pemprov DKI akibat penurunan Dana Bagi Hasil.

Pemprov DKI Pangkas Target Sekolah Swasta Gratis Jadi Cuma 100
Pramono Anung kepada para wartawan di Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2025) malam. tirto.id/Naufal

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memangkas target program sekolah swasta gratis untuk 2026. Dari rencana awal menjangkau sekitar 258 sekolah menjadi hanya 100 sekolah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan pemangkasan itu dilakukan setelah Pemprov menghitung ulang kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH).

"Bahwa betul memang dari rencana 260-an sekolah gratis, karena ada pengurangan signifikan pada DBH tentunya kami harus melakukan rasionalisasi dari jumlah. Jadi memang faktornya karena pengurangan dari pendapatan yang berasal dari DBH," tutur Atika dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Meskipun demikian, Atikah mengatakan jumlah sekolah swasta yang masuk program justru bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemprov DKI hanya membiayai 40 sekolah swasta gratis.

"Jadi tidak dikurangi, bahkan bertambah menjadi 100 sekolah dan setiap tahun akan kami upayakan sesuai kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Sebelumnya, DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp81,3 triliun.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menjelaskan dana APBD tersebut dipotong sebesar Rp15 triliun yang sebelumnya berasal dari dana bagi hasil (DBH) yang dialokasi dari Kementerian Keuangan.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH GRATIS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto