Menuju konten utama

Pemerintah Akan Terapkan Teknologi Unconventional di Blok Rokan

Pertamina Hulu Rokan sudah melakukan kajian awal untuk mengembangkan teknologi unconventional di Blok tersebut.

Pemerintah Akan Terapkan Teknologi Unconventional di Blok Rokan
Foto udara Central Gathering Station (CGS) 10 di Lapangan Duri, yang merupakan salah satu lapangan injeksi uap terbesar di dunia di Blok Rokan, Riau, Jumat (19/8/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan teknologi unconventional alias metode ekstraksi nontradisional untuk meningkatkan produksi minyak bumi nasional. Kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, peningkatan produksi minyak nasional adakah cara paling efektif untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah karena ketergantungan impor BBM.

“Yang terkait dengan (pelemahan rupiah), kami kan berusaha untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Pagi ini sampai, ya mungkin agak siangan nanti, kami berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri,” ujar dia kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

“Apa yang kami lakukan di antaranya itu adalah untuk blok-blok yang memiliki cadangan yang cukup berdasarkan identifikasi dari survei geologi, ini kami akan menerapkan teknologi unconventional,” tambah Yuliot.

Berdasarkan survei geologi yang telah dilakukan oleh SKK Migas, teknologi unconventional baru dapat diterapkan di wilayah kerja Blok Rokan. Sebagai tindak lanjut, Pertamina Hulu Rokan sudah melakukan kajian awal untuk mengembangkan teknologi unconventional di Blok tersebut.

“Untuk unconventional ini, wilayah kerja yang paling memungkinkan saat ini adalah wilayah Rokan. Sudah ada kajian awal yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan untuk pengembangan unconventional ini. Kami mengharapkan peningkatan produksi itu relatif signifikan,” tuturnya.

Yuliot menambahkan, berkaca pada Amerika Serikat (AS), implementasi teknologi unconventional efektif untuk meningkatkan produksi saat terjadi decline alias penurunan produksi. Karena teknologi unconventional ini pula, AS berhasil membalikkan produksi minyak dan gasnya yang sebelumnya menyusut menjadi surplus.

Sementara itu, agar teknologi unconventional bisa segera diimplementasikan, Kementerian ESDM berkomitmen untuk menyelesaikan kerangka regulasi penggunaan teknologi ini di akhir Juni 2026. Target ini seiring pula dengan permintaan SKK Migas agar pemerintah segera menyelesaikan dasar hukum untuk penerapan teknologi ini di Blok Rokan.

“Ini kami lagi berkejaran dengan waktu. Kalau ini tingkat produksi dalam negeri terjadi peningkatan, berarti kami juga akan mengurangi impor dan juga tidak terpengaruh terhadap perubahan atau fluktuasi mata uang,” tegas Yuliot.

Baca juga artikel terkait PRODUKSI MIGAS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi