Menuju konten utama
Ilmu Sosiologi

Pembentukan Kepribadian Menurut Ilmu Sosiologi & Faktor Pengaruhnya

Pembentukan kepribadian menurut ilmu sosiologi dan faktor yang memengaruhinya.

Pembentukan Kepribadian Menurut Ilmu Sosiologi & Faktor Pengaruhnya
Ilustrasi personality. foto/IStockphoto

tirto.id - Watak dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh kepribadiannya.

Sebagai misal, seorang anak yang lahir dan tumbuh di lingkungan religius, lazimnya tindak-tanduknya pun bernuansa agamis.

Keluarga dan lingkungan tersebut berpengaruh pada proses pembentukan kepribadian anak.

Namun, kepribadian tersebut tidak hanya lahir dari reaksi individu terhadap lingkungannya, melainkan juga proses interaksi antara keduanya.

Secara definitif, kepribadian adalah ciri dan watak seseorang yang konsisten yang memberikan suatu identitas sebagai individu yang khas, sebagaimana dikutip dari buku Sosiologi (2008) yang ditulis Tjipto Subadi.

Dalam tinjauan sosiologi, kepribadian merupakan bentuk personalitas yang dinamis. Artinya, kepribadian terus berubah dan berkembang seiring berjalan waktu.

Konsep kepribadian yang dinamis ini dicetuskan oleh Erik Erikson dari teori psiko-sosialnya bahwa terdapat delapan tahap perkembangan manusia, dimulai dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian, sebagaimana dilansir dari Lumen Learning.

Faktor Pembentuk Kepribadian

Dalam pembentukan kepribadian, terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya sebagai berikut:

1. Warisan biologis

Warisan biologis ini muncul dari genetik atau keturunan. Misalnya, bentuk tubuh tinggi atau pendek, kurus atau gemuk.

Bahkan, dari beberapa penelitian, sebagian penyakit dan watak tertentu juga diwariskan kepada anak-anak di dalam suatu garis keturunan.

2. Lingkungan fisik/alam

Lingkungan tempat seseorang tinggal juga berpengaruh kepada kepribadian individu. Seseorang yang tinggal di alam tropis lazimnya berbeda kepribadiannya dengan yang tinggal di padang pasir.

3. Kebudayaan masyarakat setempat

Kebudayaan yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian dapat berupa budaya khusus daerah atau etnis tertentu, cara hidup yang berbeda antara desa dengan kota, dan lain sebagainya.

Selain itu, kelas sosial, agama, dan pekerjaan masing-masing individu juga berpengaruh membentuk watak dan personalitas seseorang.

4. Pengalaman kelompok

Kepribadian juga dipengaruhi dari hubungan sosial dan pengalaman kelompok, misalnya dengan siapa seseorang bergaul dan berinteraksi, dan lain sebagainya.

5. Pengalaman unik

Setiap orang memiliki pengalaman unik masing-masing yang memengaruhi kepribadiannya. Setiap pengalaman tersebut pasti berbeda.

Kendati kejadiannya sama, namun selalu ada makna dan penafsiran berbeda terkait pengalaman tersebut.

Pembentukan Kepribadian Dipengaruhi Media Sosialisasi

Pembentukan kepribadian dalam tinjauan sosiologi dipengaruhi oleh media-media sosialisasi yang ada dalam hidup individu.

Secara umum, terdapat lima media sosialisasi yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang, yaitu (1) media sosialisasi keluarga; (2) media sosialisasi teman sebaya; (3) media sosialisasi sekolah; (4) media sosialisasi lingkungan kerja; dan (5) media sosialisasi media massa.

Dalam modul Sosialisasi (2017) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijelaskan masing-masing media sosialisasi sebagai berikut:

1. Media sosialisasi keluarga

Keluarga punya pengaruh signifikan dalam pembentukan kepribadian anak. Bagaimanapun juga, sejak lahir pertama kali, seorang bayi berinteraksi dengan ibu atau ayahnya.

Dari situ, ia belajar dari pengamatannya, meniru, dan melakukan banyak hal melalui tuntunan dari pengasuh dan keluarganya.

2. Media sosialisasi teman sepermainan

Teman sebaya dan sepermainan memiliki pengaruh penting dalam membentuk kepribadian individu, terutama kepribadian remaja.

Dari kelompok pertemanan, seseorang merasa aman dan dianggap penting dalam kelompok tersebut.

Karena manusia adalah makhluk sosial, kelompok pertemanan merupakan tempat yang sesuai untuk menyalurkan rasa kecewa, takut, khawatir, tertekan, gembira yang mungkin tidak disalurkan di dalam keluarga.

3. Media sosialisasi sekolah

Sekolah merupakan institusi penting yang mempengaruhi kepribadian anak. Dari sekolah, seorang siswa belajar menyerap nilai-nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

4. Media sosialisasi lingkungan kerja

Lingkungan kerja berpengaruh dalam pembentukan kepribadian individu. Di lingkungan kerja, ia berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, dan kolega kerja lainnya.

5. Media massa sebagai media sosialisasi

Media massa adalah instrumen lain yang berpengaruh membentuk kepribadian seseorang.

Dari media massa, diperoleh nilai-nilai dan norma yang diterima oleh masyarakat tersebut. Selain itu, media massa juga lazimnya adalah representasi umum dari suatu kelompok masyarakat.

Melalui media sosialisasi itu, seseorang akan melalui beberapa tahapan sosialisasi yang perlahan-lahan akan membentuk kepribadiannya.

Tahapan proses sosialisasi tersebut terdiri dari empat tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan (preparatory stage)
  2. Tahap meniru (play stage)
  3. Tahap siap bertindak (game stage)
  4. Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
Untuk menjadi sebuah watak dan kepribadian, harus terbentuk suatu kebiasaan yang terjadi melalui pengulangan hingga beberapa kali.

Pengulangan tersebut menjadikan perilaku tadi mengendap dan diterima oleh individu bersangkutan.

Baca juga artikel terkait KEPRIBADIAN MANUSIA atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno