tirto.id - Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Safrizal ZA, mengungkapkan progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh sudah mencapai 99 persen.
Dari target pembangunan 18.943 huntara, hingga 23 Juli 2026, sudah 18.867 unit yang terbangun. Pembangunan belasan ribu huntara tersebut melibatkan kolaborasi setidaknya 21 pihak dari unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Safrizal menyampaikan data ini dalam Diskusi Publik "Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh: Memperkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemulihan yang Berkelanjutan" di Jakarta pada Jumat (24/7/2026).
Sementara itu, lanjut Safrizal, pembangunan hunian tetap (huntap) di Aceh sedang berjalan dan akan terus dipercepat progresnya.
Dia mencatat, dari 37.373 unit huntap yang akan dibangun di Aceh, saat ini 1.832 di antaranya sedang dalam proses konstruksi. Adapun huntap yang sudah selesai dibangun baru 401 unit.
Meskipun begitu, ia mengungkapkan percepatan mulai terlihat menjelang akhir Juli 2026. Progres pembangunan huntap yang semula baru 3,57 persen dari target pada 18 Juli lalu, sudah berkembang menjadi 4,9 persen dalam lima hari.
"Progres meningkat signifikan dalam dua hari terakhir [22-23 Juli]. Komitmen dan kolaborasi terus diperkuat untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak di Aceh," kata dia.
Pembangunan huntap di Aceh itu melibatkan sejumlah pihak dari unsur pemerintah dan swasta. Dalam perencanaan saat ini, ada 7 pelaksana. Kementerian PKP dan BNPB mengambil porsi terbesar, dengan masing-masing akan membangun 20.647 dan 15.267 unit huntap.
Mayoritas Bantuan untuk Warga Terdampak Sudah Disalurkan
Safrizal juga memaparkan data progres penyaluran bantuan hunian, jaminan hidup (jadup), dan dana stimulan ekonomi dari pemerintah untuk warga terdampak bencana di Aceh.
Sampai hari ini, penyaluran bantuan di mayoritas dari 18 kabupaten/kota terdampak sudah berjalan 98 hingga 100 persen.
Tercatat masih ada empat daerah dengan progres penyaluran bantuan di bawah 50%. Dari empat daerah itu, Gayo Lues dan Aceh Tenggara mencatatkan penyaluran bantuan paling rendah, 0%. Di dua daerah itu, ada ratusan keluarga penerima manfaat, yakni 413 di Aceh Tenggara dan 143 di Gayo Lues.
Bantuan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang juga diberikan. Di Aceh, bantuan pemerintah diberikan untuk memperbaiki 17.742 unit rumah rusak ringan dan 12.919 rumah rusak sedang. Total nilai bantuan yang dikucurkan mencapai Rp653 miliar.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id




























