Menuju konten utama

Pelatih Sebut Bakat Lalu Muhammad Zohri Sudah Terlihat Sejak 2016

"Bakat Lalu sudah terlihat sejak ikut kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional."

Pelatih Sebut Bakat Lalu Muhammad Zohri Sudah Terlihat Sejak 2016
Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Lehtikuva

tirto.id - Asisten pelatih atletik Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Nusa Tenggara Barat (PPLP NTB) I Made Budiasa mengaku telah memprediksi bakat atlet atletik nasional Lalu Muhammad Zohri sejak 2016.

"Bakat Lalu sudah terlihat sejak ikut kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional seperti Kejuaraan Antar-PPLP di Jakarta pada 2016. Dia lari 10,88 detik. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2017 di Jawa Tengah, dia meraih catatan waktu 10,26 detik," ujar Budiasa di Jakarta, Kamis (12/7/2018) sebagaimana dilansir Antara.

Atlet atletik Indonesia Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara pada nomor lari 100 meter putra dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam waktu setempat (11/07/2018).

Dalam Kejuaraan Nasional Antar-PPLP pada 2017, Lalu Zohri juga meraih catatan waktu 10,26 detik pada nomor perlombaan bergengsi itu.

"Kami sangat optimistis dengan prestasi Lalu sejak mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional. Dalam dua tahun, dia dapat meraih catatan waktu yang bagus," ujarnya.

Ia menyatakan Lalu Zohri akan melampaui rekor nasional pada nomor lari 100 meter yang masih dipegang oleh Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik.

"Kami di daerah hanya berpesan agar Lalu tidak cepat puas ketika meraih gelar juara. Lalu harus tetap displin dalam segala hal dan tidak boleh sombong," ujarnya.

Selain memberikan amanat kepada mantan atlet asuhannya, Budiasa juga meminta agar PB PASI tidak memaksakan atlet kelahiran Karang Pangsor Kabupaten Lombok Utara itu.

"Dia masih muda. Saya khawatir cedera. Jangan terlalu dipaksakan dalam perlombaan dan semoga prestasinya terus berkembang," ujar Budiasa.

Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, berhasil melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Lalu mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

Baca juga artikel terkait GELAR JUARA DUNIA

tirto.id - Olahraga
Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani