tirto.id - PT Pegadaian memacu peningkatan penggunaan layanan digital melalui kampanye “Tenang Saja” yang resmi diluncurkan dalam acara “An Intimate Evening with Pegadaian” di Jakarta, Jumat (5/9/2026).
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan kampanye ini tidak sekadar kegiatan komunikasi perusahaan. Program ini pun menjadi bagian dari misi Pegadaian untuk menghadirkan "rasa tenang" kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan keputusan finansial.
Dia menjelaskan kampanye "Tenang Saja" dikemas dalam pesan sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pegadaian juga menggandeng musisi untuk menyampaikan pesan kampanye melalui lagu sehingga diharapkan lebih mudah diterima masyarakat.
Selfie mengatakan Pegadaian saat ini memiliki lebih dari 36 juta nasabah, dengan sekitar 27 juta di antaranya merupakan nasabah aktif. Perusahaan pun menargetkan sebanyak 70 persen nasabah aktif itu dapat beralih menjadi pengguna layanan digital.
“Target kita adalah bagaimana kita bisa meng-convert jumlah nasabah kita yang aktif saat ini ada 27 juta. Bagaimana kita bisa meng-convert dengan target 70 persen bisa menjadi pengguna atau user Pegadaian Digital,” kata Selfie.
Menurut dia, digitalisasi menjadi penting seiring dengan visi Pegadaian menjadi pemimpin dalam ekosistem emas global sekaligus memperluas inklusi digital.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong nasabah untuk menggunakan aplikasi Pegadaian Digital (Tring! by Pegadaian) yang melayani berbagai kebutuhan finansial. Selfie mengatakan aplikasi itu memiliki lebih dari 6,5 juta nasabah setelah diluncurkan sekitar satu tahun.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan, termasuk tabungan emas yang dapat dimulai dengan nominal Rp10.000. Pegadaian juga menyediakan layanan cicil emas mulai dari 1 gram.
Selfie menambahkan, strategi untuk meningkatkan penggunaan aplikasi dirancang dengan memahami karakteristik dan kebutuhan berbagai segmen nasabah. Pegadaian kemudian menyesuaikan produk serta program yang ditawarkan dengan masing-masing segmen.
“Jadi memang kombinasi antara bagaimana kita membuat segmentasi nasabah dan menawarkan produk-produk yang sesuai dengan segmentasi itu dan terutama dengan produk-produk yang memang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Selain memperkuat layanan digital, Pegadaian juga terus mendorong literasi mengenai emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Menurut Selfie, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan Pegadaian untuk kebutuhan pembiayaan, tetapi juga memahami manfaat kepemilikan emas.
Pegadaian juga memperluas penggunaan mesin ATM emas. Menurut Selfie, Pegadaian tengah melakukan deployment sekitar enam ATM emas di sejumlah wilayah di Indonesia.
ATM emas tersebut menjadi salah satu bentuk upaya Pegadaian untuk menunjukkan bahwa emas yang dimiliki nasabah secara digital memiliki dukungan emas fisik.
“Jadi kalau kita melihat sebenarnya ATM emas itu adalah bentuk bukti bahwa menabung emas di nasabah itu dijamin emasnya satu banding satu,” jelas Selfie.
Hingga saat ini, tabungan emas yang dimiliki nasabah Pegadaian telah mencapai lebih dari 20 ton. Perusahaan pun masih akan mendorong pertumbuhan layanan digital agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses produk emas tanpa harus membeli emas fisik secara langsung.
Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Pegadaian sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk, Budi Wahju Soesilo, mengatakan nasabah merupakan bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Menurut Budi, kepercayaan nasabah menjadi modal penting bagi Pegadaian untuk terus berkembang dan berinovasi. Karena itu, perusahaan berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pelanggan adalah bagian penting dari perjalanan perusahaan yang tentunya berjalan berdampingan bersama Pegadaian dan masyarakat,” ujar Budi.
Peluncuran kampanye “Tenang Saja” sekaligus menjadi bagian dari apresiasi Pegadaian kepada nasabah. Dalam acara tersebut, perusahaan mengundang sejumlah nasabah terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia.
Budi mengatakan pemilihan nasabah dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk loyalitas serta kemampuan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Perwakilan dari berbagai wilayah juga dilibatkan dalam menentukan nasabah yang dinilai dapat mewakili komunitasnya.
Melalui kampanye “Tenang Saja”, Pegadaian berharap makin banyak masyarakat merasakan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan finansial, sekaligus memahami layanan emas dan digital yang disediakan perusahaan.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id































