Menuju konten utama

PBNU Klaim Patuhi Khittah 1926 Meski Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi menyatakan organisasinya siap mendukung Jokowi-Ma'ruf dengan strategi kultural. Dengan begitu, kata dia, PBNU tidak melanggar Khittah 1926. 

PBNU Klaim Patuhi Khittah 1926 Meski Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf
Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang bersama dengan Ma'ruf Amin (tengah) dan Said Aqil Sirodj di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018). Ma'ruf Amin berkunjung ke kantor PBNU untuk berpamitan dalam rangka rencana keberangkatan Haji ke Mekkah, Arab Saudi. tirto.id/Arimacs Wilander

tirto.id - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin kemarin secara terbuka menyatakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan kadernya harus “habis-habisan” membantu pemenangan dia dan Joko Widodo di Pilpres 2019.

Saat dimintai tanggapan soal hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi menyatakan organisasinya memang siap mengikuti seruan Ma'ruf.

Menurut dia, hal ini tidak melanggar Khittah 1926 yang selama ini dipegang ormas itu. Sebab, dia mengklaim, secara organisasi, PBNU tetap tidak terlibat politik praktis di Pilpres 2019.

“Omongan KMA [KH Ma'ruf Amin] otomatis akan dilakukan dengan baik dan maksimal dengan strategi kultural sehingga tidak ada pelanggaran [aturan] organisasi,” kata Masduki saat dihubungi Tirto, Kamis (20/12/2018).

Masduki menjelaskan para kader NU akan memilih calon pemimpin yang bisa membawa aspirasi organisasinya dan memiliki kesamaan ideologi. Sosok itu, menurut Masduki sudah jelas, yakni Ma’ruf Amin. Pilihan ini, kata dia, adalah gerakan kultural yang sesuai budaya di NU.

“NU secara organisasi tidak terlibat politik praktis. Prinsip khittah 1926 menggariskan, NU secara organisasi menjaga jarak yang sama terhadap seluruh kekuatan politik praktis,” kata Masduki.

Ma'ruf Amin menyatakan bahwa PBNU harus “habis-habisan” mendukungnya di Pilpres dalam sebuah acara di Pesantren Al-Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/12/2018).

Pernyataan itu keluar setelah Ma'ruf menjelaskan ihwal pemilihan dirinya sebagai pendamping Jokowi. PBNU, kata Ma'ruf, tidak pernah memaksa Jokowi memilih kader ormas Islam itu.

Namun, ia mengakui, PBNU memang pernah menawarkan, jika kadernya dipilih Jokowi, ormas ini “akan habis-habisan” mendukung capres itu. Ma'ruf juga mengatakan ia maju menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 atas dorongan PBNU dan sejumlah ulama senior.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Addi M Idhom