Menuju konten utama

OJK: Aksesibilitas Pasar Modal RI Stabil dalam Review MSCI 2026

Hasil evaluasi tersebut mencerminkan keberlangsungan agenda reformasi pasar modal RI yang saat ini tengah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

OJK: Aksesibilitas Pasar Modal RI Stabil dalam Review MSCI 2026
Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10/2017). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tetap terjaga stabil berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat daya saing dan kualitas pasar ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menegaskan hasil evaluasi tersebut mencerminkan keberlangsungan agenda reformasi pasar modal Indonesia yang saat ini tengah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Pasar modal Indonesia tetap terjaga, reformasi terus diperkuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/6/2026).

Menurut Hasan, laporan MSCI yang mencakup lima segmen Market Accessibility dengan total 18 indikator menunjukkan kondisi yang relatif konsisten dibandingkan tahun sebelumnya. Dari seluruh indikator tersebut, 10 kriteria masih berada pada level tertinggi “++”, yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global.

Selain itu, terdapat 6 indikator yang berada pada kategori “+” yang masih membutuhkan peningkatan berkelanjutan.

“Secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan,” katanya.

Meski begitu, masih ada dua indikator yang berada pada penilaian "-" yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Terkait temuan tersebut, OJK menilai hal itu sebagai bagian dari proses evaluasi yang wajar dalam agenda reformasi yang sedang berjalan.

“Untuk aspek Information Flow, kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industri,” ujar Hasan.

OJK juga menyoroti aspek pasar valuta asing yang menurut MSCI masih memerlukan peningkatan, meski telah menunjukkan perbaikan dari periode sebelumnya.

“Kami juga mencatat adanya pengakuan MSCI atas sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya beberapa catatan mengenai Foreign Exchange Market Liberalization Level, namun hasil asesmennya masih sama dengan output tahun lalu yaitu butuh improvement,” kata Hasan.

Seiring dengan telah dirilisnya laporan MSCI ini, OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait dalam memperkuat kebijakan reformasi secara hati-hati.

“Sebagai langkah tindak lanjut, kami terus melakukan koordinasi intensif di internal OJK dan dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia guna memastikan ke depan akan lebih baik dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko yang govern dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar,” tambahnya.

Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir, OJK telah menjalankan berbagai agenda reformasi, mulai dari penguatan data kepemilikan saham hingga peningkatan pengawasan perdagangan. Melalui reformasi ini, OJK dan pemerintah berupaya untuk memperkuat kualitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

Hasan memerinci sejumlah langkah reformasi pasar modal yang dilakukan, termasuk penguatan keterbukaan informasi dan pengembangan pelaporan kepemilikan manfaat.

“Antara lain melalui peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, serta penyempurnaan berbagai regulasi untuk mendukung transparansi dan perlindungan investor," jelasnya.

Meski belum rampung, reformasi yang dilakukan mulai mendapat pengakuan dari pelaku pasar global seperti MSCI dan FTSE.

Ke depan, OJK menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pasar modal Indonesia. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan lembaga indeks global akan terus diperkuat.

“Oleh karena itu, ke depan OJK akan terus memperkuat engagement dan dialog yang konstruktif dengan MSCI, FTSE Russell, serta berbagai global index provider dan investor internasional,” kata Hasan.

“Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama