Menuju konten utama

OJK Catat Investor Asing Net Sell Rp4,1 T per Mei 2026

Pasar saham domestik mengalami tekanan sepanjang Mei 2026 imbas gejolak global dan domestik masih tinggi.

OJK Catat Investor Asing Net Sell Rp4,1 T per Mei 2026
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat di pasar modal domestik investor asing melakukan aksi jual bersih (nett sell) hingga Rp4,1 triliun secara bulanan (month to month/mtm) per akhir Mei 2026. Namun demikian, di tengah dinamika yang terjadi kondisi pasar modal domestik tetap menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai.

Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK mengatakan kondisi perdagangan saham pada Mei 2026 sangat aktif dan sehat.

"Hal ini tercermin dari likuiditas yang tetap terjaga, di mana rata-rata bid [harga penawaran tertinggi] dan ex-paid [status saham yang menunjukkan bahwa pembeli sudah tidak lagi berhak menerima dividen di tanggal tertentu] pada Mei 2026 terjaga di tingkat yang rendah, pada level 1,5 persen,” ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK secara daring, Jumat (5/6/2026).

Namun demikian, Hasan mengakui bahwa di sepanjang Mei 2026 pasar saham domestik mengalami tekanan. Ini terjadi karena ketidakpastian baik di pasar global maupun domestik masih tinggi. Belum lagi, karena gejolak yang terjadi di dunia, para investor pun tengah melakukan upaya penyesuaian portofolio.

Terpengaruh berbagai kondisi inilah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per akhir Mei ditutup di level 6.127,38, terkoreksi sebesar 11,92 persen secara bulanan atau 29,14 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd).

“Memasuki awal bulan Juni 2026, pasar terlihat masih melanjutkan pergerakan yang dinamis dan konsolidasi, dan tentu ini akan terus kami cermati perkembangannya dari waktu-waktu periode depan,” aku Hasan.

Hal berbeda terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Mei 2026 ditutup pada level 437,26, atau menguat 0,32 persen (mtm). Adapun untuk imbal hasil (yield) SBN naik secara rata-rata sebesar 5,61 basis poin (bps) secara bulanan.

“Ini dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL INDONESIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah