tirto.id - Jemaah haji Indonesia selama di Makkah difasilitasi transportasi publik bus shalawat yang beroperasi 24 jam. Transportasi ini menjadi andalan jemaah untuk pergi ke Masjidil Haram dari 10 sektor di lima wilayah.
Jarak tempuh dari hotel ke masjid bervariasi, mulai dari 10 menit hingga 20 menit. Hotel Al-Hidayah Tower di sektor 10 di wilayah Aziziyah merupakan pomondokan jemaah terjauh. Namun, berdasarkan uji coba yang dilakukan tim Media Center Haji (MCH) hanya butuh waktu 20 menit dengan kecepatan bus maksimal 50 km.
Jurnalis Tirto bersama beberapa media lain mencoba langsung rute 15 yang melayani trayek Hotel Al-Hidayah Tower di Aziziyah ke terminal Jabal Ka'bah. Meski terbilang paling jauh, tapi rute yang dilaluinya terbilang lancar. Tidak banyak kendaraan berlalu lalang di jalur yang dilalui bus shalawat ini.
Hanya saja, karena ini adalah musim haji, penumpang bus tetap harus melalui pemeriksaan identitas di check point. Ada dua check point di jalur yang dilintasi bus yang membawa sejumlah jurnalis ke Terminal Jabal Ka'bah, tempat pemberhentian bus di dekat Masjidil Haram.
Di terminal ini, ada dua sektor yang dilayani, yaitu sektor 10 wilayah Aziziyah dan sektor 6 di wilayah Jarwal. Namun demikian, jemaah tidak perlu bingung atau salah jalur karena di terminal Jabal Ka'bah terdapat petugas PPIH yang mengurusi transportasi. Mereka akan mengarahkan jemaah ke arah Masjidil Haram maupun bus shalawat mana yang mesti ditumpangi.
Di sisi lain, jarak dari terminal Jabal Ka'bah ke Masjidil Haram relatif dekat. Kami mencoba berjalan kaki dengan berjalan santai hanya butuh sekitar lima menit sudah sampai pelataran Masjidil Haram. Jalannya cukup ramai dan mudah dijangkau sehingga jemaah mudah mencapai masjid.
Hotel Al-Hidayah Tower
Al Hidayah Tower adalah kompleks hotel yang memiliki total 10 tower. Ada sekitar 21 ribu jamaah haji Indonesia yang menginap di hotel tersebut.Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman l, menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah berhitung soal waktu tempuh bus shalawat. Tujuannya agar jemaah haji lebih cepat sampai di Masjidil Haram, tapi tetap nyaman di perjalanan.
"Paling lama Insyaallah 20 menit. Rata-rata 15 menit (perjalanan)," kata dia.
Selain itu, waktu tunggunya juga tidak lama. Sehingga jamaah haji juga segera bisa diantar ke Masjidil Haram. Baik untuk melaksanakan umrah wajib, maupun melaksanakan ibadah-ibadah rutin lainnnya seperti shalat lima waktu.
"Keamanan Insyaallah kami jamin. Selama ini tidak ada kejadian-kejadian atau insiden soal keamanan di bus shalawat," kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































