Menuju konten utama

Muhammadiyah: Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi

Perubahan struktural terhadap Polri dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru yang tidak substantif.

Muhammadiyah: Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan pidato saat Milad ke-113 Muhammadiyah di Halaman Kampus Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Pada Milad ke-113 Muhammadiyah yang bertemakan Memajukan Kesejahteraan Bangsa tersebut pengurus pusat Muhammadiyah sekaligus meluncurkan kartu elektronik keanggotaan Muhammadiyah. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tidak relevan dengan arah reformasi nasional yang telah dijalani Indonesia sejak 1998.

Menurutnya, reformasi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade justru menempatkan institusi-institusi strategis negara secara langsung di bawah presiden.

“Indonesia sudah 20 tahun lebih menjalani reformasi dengan segala risiko dan capaian pentingnya. Salah satu hasil reformasi 1998 adalah menempatkan institusi-institusi penting langsung di bawah Presiden,” kata Haedar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026) dilansir dari Antara.

Ia menegaskan daripada kembali mengubah struktur kelembagaan, bangsa ini seharusnya fokus pada penguatan dan konsolidasi reformasi yang sudah berjalan. Perubahan struktural dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru yang tidak substantif.

Muhammadiyah, kata Haedar, berpandangan bahwa berbagai persoalan yang muncul di institusi negara, baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya, lebih tepat diselesaikan melalui reformasi internal.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,” tegasnya.

Haedar juga menilai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menetapkan Polri tetap berada di bawah presiden sudah tepat dan sejalan dengan semangat reformasi nasional sejak 1998.

Ia meyakini pandangan tersebut juga dianut oleh berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, yakni mendorong penguatan reformasi internal sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pandangan ormas-ormas itu pada umumnya mendorong reformasi dari dalam sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait POLRI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto