tirto.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menginstruksikan kepada seluruh masjid Persyarikatan Muhammadiyah agar mengalihkan infak Jumat untuk membantu korban bencana alam, utamanya yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dana infak salat Jumat yang dimaksud Haedar adalah meliputi Jumat tanggal 12, 19, dan 26 Desember 2025. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan melalui Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana atau MDMC di semua tingkatan, sehingga dapat terlaksana dengan terpadu dan terkoordinasi yang baik.
“Dan, bersamaan dan setelah itu dilakukan pelaporan penghimpunan dan penyaluran dana tersebut dengan sebaik-baiknya kepada pimpinan Persyarikatan di atasnya,” kata Haedar dalam keterangan resminya, Rabu (10/12/2025).
Instruksi pengalihan infak ini telah tertuang dalam Surat Keputusan Muhammadiyah tentang penghimpunan dana infak Salat Jumat di seluruh lingkungan masjid Persyarikatan Muhammadiyah. Perintah ini juga diperuntukkan bagi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta takmir-takmir masjid di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.
Haedar meminta agar seluruh warga Muhammadiyah dapat senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meringankan beban saudara yang tertimpa dan terdampak musibah. Dia menilai hal ini juga sebagai wujud persaudaran terhadap saudara-saudara di Tanah Air.
Sementara itu, di Kecamatan Bayang Utara, Pesisir Selatan Sumatera Barat, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu membangun kembali pondasi jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.
Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, menjelaskan hal ini dilakukan sebab jembatan tersebut adalah jalur vital. Penghubung Desa Pancung Taba dengan desa tetangga, serta menjadi akses utama distribusi logistik bagi penyintas.
“Kerusakan jembatan yang cukup parah membuat mobilitas warga terhambat dan berdampak langsung pada proses evakuasi, distribusi bantuan, serta aktivitas harian masyarakat. Perbaikan pondasi menjadi prioritas agar jalur penghubung dapat kembali diakses dengan aman,” tutur Budi dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).
Selain pembangunan pondasi jembatan, pos pelayanan Muhammadiyah di Pancung Taba juga terus menjalankan edukasi pencegahan penyakit pascabencana. Termasuk, layanan psikososial untuk anak-anak, serta pendampingan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































