tirto.id - Kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama yang dipilih masyarakat untuk mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sekitar 76,24 juta orang atau sekitar 52,98 persen dari total masyarakat memilih untuk mudik menggunakan mobil pribadi. Kemudian, diikuti oleh sepeda motor yang dipilih oleh 24,08 juta orang atau 16,74 persen dari total masyarakat.
"Tetap yang sangat dominan adalah menggunakan mobil-mobil pribadi, diperkirakan 52 persennya sendiri. Lalu diikuti dengan sepeda motor dan bis umum, baru yang lain-lainnya," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat konferensi pers Update PHTC dan Kesiapan Mudik Lebaran, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Selanjutnya, moda transportasi yang banyak dipilih adalah bus, yaitu mencapai 16,22 persen atau oleh 23,34 juta pemudik.
Selanjutnya kapal penyeberangan yang dipilih oleh 6,40 juta orang atau 4,45 persen dari total pemudik; pesawat digunakan oleh 4,98 juta pemudik; Kereta Api antarkota 4,79 juta pemudik; KA perkotaan 2,17 juta pemudik; kapal laut digunakan oleh 926,12 ribu pemudik; Kereta Api cepat 682,90 ribu pemudik, dan 262,27 ribu pemudik menggunakan modal transportasi lainnya.
"Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat," kata AHY.
Sementara itu, untuk tahun ini, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang. Pertama, pada 14 dan 15 Maret, kemudian puncak mudik kedua terjadi pada 18 dan 19 Maret.
Sebaliknya, untuk puncak arus balik pertama diperkirakan akan jatuh pada 24 dan 25 Maret, kemudian puncak arus balik kedua diperkirakan terjadi pada 28 dan 29 Maret.
Dengan kondisi ini, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pemerintah sudah memberlakukan skema kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja swasta.
"Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan work from anywhere," tukas AHY.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































