Mudik Lebaran 2018: Menhub Usulkan Libur Lebih Awal

Oleh: Yantina Debora - 19 Maret 2018
Menhub usulkan libur lebaran dimajukan dua hingga tiga hari lebih awal.
tirto.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar cuti bersama Lebaran 2018 bisa dimajukan dua hingga tiga hari lebih awal. Hal itu untuk mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi saat mudik Lebaran, kata Budi usai Forum Infrastruktur India-Indonesia (IIIF) di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Budi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mengusulkan agar libur bisa dimajukan lebih awal.

"Kita juga ingin berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk membuat libur anak-anak bisa dua atau tiga hari lebih awal. Sehingga kalau mau pulang [mudik] tidak di H-1 tapi dari H-7 atau H-8 sehingga memberikan relaksasi, atau tekanan [kemacetan] berkurang," katanya.

Selama ini, menurut menteri Budi, kemacetan saat Lebaran karena minimnya waktu libur yang diberikan pemerintah. Akibatnya, banyak masyarakat melakukan mudik dan balik Lebaran di waktu yang berdekatan dengan hari H.

Pemerintah biasanya menetapkan cuti bersama Lebaran dua hari sebelum dan setelah hari H. Dengan hitungan tersebut, maka ada sekitar waktu seminggu libur Lebaran.


Dalam jangka waktu tersebut, kebanyakan masyarakat akan menggunakan waktu yang relatif sama untuk melakukan mudik dan balik karena minimnya hari libur yang tersedia.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB, Budi mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta kepolisian dan pemangku kepentingan lain untuk mensukseskan mudik Lebaran tahun ini.

Ia berharap koordinasi yang dilakukan pemerintah akan membuat momentum libur Lebaran dapat berjalan lancar dengan persiapan yang baik.

"Mudik adalah amanah yang menantang untuk saya, oleh karena itu kami, Kemenhub, mempersiapkan dengan baik," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait MUDIK 2018 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora