Menuju konten utama

Motif Siswa Padang Ledakan Bom Rakitan: Tertekan Akibat Bullying

Pelaku diduga nekat merakit dan meledakkan bom karena merasa tertekan setelah lama menjadi korban perundungan.

Motif Siswa Padang Ledakan Bom Rakitan: Tertekan Akibat Bullying
Penjelasan Polri atas peristiwa ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Dokumentasi Densus 88 Anti Teror.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polisi mengungkap dugaan motif siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang berinisial R, meledakan bom rakitan di lingkungan sekolah, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Pelaku diduga nekat merakit dan meledakkan bom karena merasa tertekan setelah lama menjadi korban perundungan.

Kapolresta Padang, Kombes Apri Wibowo, mengatakan ledakan terjadi di area depan ruang kelas XII. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, benda yang meledak diduga merupakan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive).

“Hasil penyelidikan awal menunjukkan pelaku adalah seorang siswa kelas XII berinisial R yang diduga melakukan aksi tersebut karena merasa tertekan akibat sering menjadi korban perundungan,” kata Apri, menukil Sumberkita.id, Selasa.

Ledakan terjadi di bagian luar kelas dan di dalam laci meja. Berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi itu diduga dipicu rasa dendam dan tekanan psikologis yang dialami pelaku.

“Ledakan eksplosif di depan kelas XII, di bagian luar dan di dalam laci meja. Setelah dicek dan diselidiki, karena rasa dendam, rasa tertekan, karena sering di-bully oleh temannya, sehingga yang bersangkutan ingin mengeluarkan emosinya dengan melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Apri memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Ledakan hanya mengakibatkan kepanikan di lingkungan sekolah dan langsung ditangani aparat kepolisian.

“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah benda yang diduga merupakan bom rakitan. Satu di antaranya telah diledakkan oleh pelaku, sedangkan tiga bom lainnya berhasil diamankan sebelum sempat digunakan.

“Tadi yang dicoba diledakkan ada satu, terus yang tiga belum diledakkan,” ujar Apri.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga memang telah direncanakan. Sasaran ledakan diduga adalah teman-teman pelaku yang selama ini disebut sering melakukan perundungan.

“Iya, jadi sengaja diledakkan di dalam ransel untuk mencelakai temannya,” katanya.

Meski demikian, kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan dan bagaimana pelaku memperoleh material untuk merakit bom tersebut.

“Untuk sementara seperti bom rakitan, nanti kita akan telusuri lebih dalam lagi,” ujarnya.

Selain melakukan penyelidikan di sekolah, polisi juga akan mengecek rumah pelaku guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak ataupun bom rakitan lain yang disimpan.

“Selain di sekolah, kita juga akan melakukan pengecekan untuk memastikan apakah masih ada barang serupa yang disimpan di rumah yang bersangkutan,” kata Apri.

Belajar Merakit Bom dari Internet

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Keterangan tersebut kini masih didalami penyidik untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pelaku dalam merakit bahan peledak.

Polisi juga masih menelusuri asal-usul bahan yang digunakan untuk membuat bom rakitan tersebut serta kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas II. Selain itu, ia juga mengaku pernah mengalami perlakuan serupa sejak masih kecil.

“Pengakuannya semenjak kelas 2, tapi dari kecil dia pernah di-bully juga,” ujar Apri.

Keterangan tersebut masih terus didalami penyidik dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah dan rekan-rekan pelaku.

Kapolresta Padang mengatakan penyidik masih mengumpulkan seluruh fakta dan alat bukti sebelum menentukan langkah berikutnya. Mengingat pelaku masih berstatus anak, kepolisian juga akan mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nanti kita lihat. Yang jelas dia masih korban yang harus kita perhatikan masa depannya,” kata Apri.

Polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh motif, kronologi, asal-usul bahan peledak, serta memastikan tidak ada bom rakitan lain yang masih tersisa. Hingga kini, situasi di lingkungan MAN 3 Padang telah dinyatakan aman setelah lokasi kejadian disterilkan oleh aparat kepolisian.

Baca juga artikel terkait LEDAKAN BOM atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama