tirto.id - Lionel Messi yang baru beberapa hari kehilangan sang ayah, Jorge Messi, memang tidak masuk dalam starting XI laga Inter Miami vs Leon di Leagues Cup 2026 hari ini Kamis (13/8/2026). Namun, La Pulga tercantum dalam daftar pemain cadangan. Keputusan Messi untuk kembali ke Amerika Serikat ini datang cukup cepat, seiring dengan surat terbuka yang ia persembahkan untuk sang ayah lewat media sosial Instagram.
Ayah Messi, Jorge Messi, berpulang pada 8 Agustus 2026 lalu setelah mengalami masalah kesehatan. Sebelumnya, sosok yang juga merupakan agen La Pulga tersebut tidak terlihat sepanjang Piala Dunia 2026 kala Messi memimpin Argentina ke final.
Masalah kesehatan yang dialami Jorge ini pula yang menjadi alasan Messi menangis saat mencetak gol pertama ke gawang Aljazair di laga pembuka Argentina pada 17 Juni 2026 lalu. Ketika itu, dikutip BBC, La Pulga menyebut, "Mengapa saya menangis? Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola."
"Saya sempat melalui masa-masa sulit, namun saya berterima kasih kepada seluruh anggota delegasi (Timnas Argentina) dan rekan-rekan setim saya karena mereka selalu mendampingi dan memberikan banyak kekuatan untuk membantu saya melewatinya," tambah Messi.
Setelah Piala Dunia 2026, Lionel Messi sempat pulang ke tanah kelahirannya, Rosario. La Pulga lantas bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat Inter Miami. Sang nomor 10 turun dari bangku cadangan dan bermain selama 37 menit ketika The Herons bermain imbang 2-2 lawan Columbus Crew pada 2 Agustus.
Ia juga jadi kunci kemenangan Inter Miami dalam partai berikutnya lawan San Luis pada 6 Agustus. Dalam laga yang berakhir 4-2 itu, La Pulga mencetak 2 gol.
Berselang 2 hari kemudian, Jorge Messi meninggal dunia pada Sabtu (8/8). La Pulga kembali ke Argentina dan absen dari partai Inter Miami kontra Monterrey yang hanya selisih satu hari. Di partai tersebut, The Herons kalah 1-2. Namun, Rodrigo De Paul, sang sahabat, menunjukkan gestur apik dengan mempersembahkan golnya untuk mendiang ayah Messi.
Sempat muncul rumor bahwa Lionel Messi tidak akan memperkuat Inter Miami lagi. Ia dikabarkan memilih untuk tinggal dekat dengan keluarga dan berencana tampil untuk klub masa kecilnya, Newell's Old Boys. Namun, La Pulga nyatanya kembali ke AS lebih cepat daripada yang diduga. Ia juga sudah masuk dalam bangku cadangan di laga Inter Miami hari ini kontra Leon.
Pada Rabu (12/8) waktu Indonesia, Lionel Messi mempublikasikan surat persembahan untuk sang ayah melalui akun Instagram. Surat tersebut mendapatkan 22 juta likes hingga berita ini dimuat, dengan 1 juta komentar. Dalam suratnya, La Pulga mengungkapkan pergulatan batinnya di Piala Dunia 2026.
Jorge Messi adalah salah satu pihak yang ingin anaknya tampil sekali lagi di Piala Dunia. Namun, justru ketika helatan akbar itu dimulai, kondisi Jorge memburuk. Terlecut dengan keinginan agar Jorge bisa menonton dirinya langsung di stadion, Messi tampil habis-habisan untuk Argentina.
Torehan 8 gol dan 4 assist La Pulga membuat Argentina menyingkirkan lawan-lawan seperti Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga Inggris. Namun, di partai puncak, La Albiceleste harus takluk oleh Spanyol yang tampil dominan dengan skor 1-0.
Messi menyebutkan pengalaman pahit itu dalam suratnya, "Aku ingin menang dan mempersembahkan kemenangan itu untuk Ayah, menunjukkan trofi baru itu kepada Ayah. Namun aku tak mampu; kakiku sudah tak sanggup lagi. Kali ini aku mencoba memaksakan diri melawan keterbatasan fisikku, tapi aku gagal. Kondisiku tak pernah benar-benar prima."
Kini, Lionel Messi akan melanjutkan hidupnya tanpa sang ayah yang biasa menemani. Ketangguhan mental La Pulga terbukti dengan datangnya ia ke laga Inter Miami kontra Leon hanya 5 hari setelah Jorge Messi berpulang.
Kehilangan sosok panutan sekaligus sang manajer tentu meninggalkan ruang kosong di hati Lionel Messi. Namun, langkah cepatnya kembali ke lapangan hijau dan duduk di bangku cadangan Inter Miami menjadi bukti nyata bahwa warisan terbesar Jorge Messi, yaitu cinta yang abadi pada sepak bola, akan terus hidup dalam setiap sentuhan bola La Pulga.
Isi Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah, Jorge Messi
Berikut terjemahan isi surat Lionel Messi untuk sang ayah, Jorge Messi.
Ayah, aku masih tak percaya Ayah sudah tiada. Aku tak ingin runtuh—atau lebih tepatnya, aku menolak untuk runtuh. Sulit sekali membayangkan bahwa aku takkan lagi melihat Ayah, bahwa kita takkan lagi berbincang. Aku tahu Ayah menderita dan ini adalah jalan terbaik, tapi Ayah pergi terlalu cepat. Masih banyak hal yang ingin kita nikmati bersama.
Ayah sangat berharap aku bermain di Piala Dunia terakhir itu, namun justru saat turnamen itu hendak dimulai, kondisi Ayah memburuk drastis. Itu kali pertama Ayah tak bisa hadir di turnamen, tetapi Ibu bilang Ayah akan membaik dan cukup sehat untuk bepergian.
Aku berjanji pada Ayah bahwa kami akan melaju ke final supaya Ayah bisa datang.
Setiap kali pertandingan usai, aku selalu menanti dan merindukan pesan dari Ayah.
Saat itulah aku sadar situasinya benar-benar gawat. Meski begitu, aku terus berjuang melangkah sejauh mungkin demi memberi Ayah lebih banyak waktu agar Ayah bisa menyaksikan pertandingan.
Kami berhasil mencapai final, namun Ayah tak bisa hadir di sana. Aku ingin menang dan mempersembahkan kemenangan itu untuk Ayah, menunjukkan trofi baru itu kepada Ayah. Namun aku tak mampu; kakiku sudah tak sanggup lagi. Kali ini aku mencoba memaksakan diri melawan keterbatasan fisikku, tapi aku gagal. Kondisiku tak pernah benar-benar prima.
Saat aku tiba, Ayah mengira kami kalah di final lewat adu penalti. Kita tak sempat membahas apa pun yang telah terjadi. Ayah tak bisa menikmati apa pun. Kami memang bukan juara, tapi Ayah tak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingannya. Sekali lagi, Ayah benar: aku memang harus berada di sana dan bermain.
Aku tak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu, aku tak tahu bagaimana harus melangkah ke depan. Sepak bola adalah satu-satunya hal yang kulakukan, dan kini aku ragu apakah aku akan melanjutkannya lebih lama lagi. Ayah selalu mendampingiku sejak awal; padahal tinggal sedikit lagi menuju akhir. Mengapa Ayah tak bisa bertahan sedikit lebih lama lagi agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama?
Aku akan sangat merindukanmu, namun Ayah akan selalu ada bersamaku. Beristirahatlah dengan tenang dan jagalah kami dari atas sana, seperti yang selalu Ayah lakukan saat masih di sini. Terima kasih untuk segalanya.
Aku sayang Ayah. ❤️
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































