tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan pembaruan data terkait pengaktifan kembali dan peralihan kepesertaan Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) yang sebelumnya dinonaktifkan. Dari total 11 juta peserta yang sempat tidak aktif, lebih dari 869 ribu di antaranya kini sudah kembali terdaftar aktif melalui sejumlah mekanisme.
“Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema,” kata Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 132.507 peserta telah diaktifkan kembali ke segmen PBI JKN. Sementara itu, 405.965 peserta lainnya berpindah pembiayaan ke pemerintah daerah melalui skema PBPU/BP Pemda.
Selain itu, 184.357 peserta tercatat beralih ke segmen pegawai negeri maupun pegawai BUMD/BUMN.
“Karena status mereka adalah pegawai negeri atau pegawai BUMN/BUMD. Jadi masih ada ini cukup besar (jumlahnya), ini sebagai salah satu penanda bahwa dulu memang belum sepenuhnya tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Tak hanya itu, terdapat 88 peserta yang kini pembiayaannya ditanggung perusahaan swasta tempat mereka bekerja. Adapun 147.046 peserta memilih menjadi peserta mandiri.
“Bahkan 6.993 (peserta) naik ke kelas 2 dan 2.990 (peserta) naik ke kelas 1,” jelas Gus Ipul.
Menurutnya, dari total 11 juta peserta yang dinonaktifkan, mayoritas sebenarnya sudah sesuai kriteria. Namun, masih ada sebagian data yang perlu diperbarui dan disesuaikan. Untuk itu, pemerintah tetap membuka jalur reaktivasi bagi masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan bantuan.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa dirinya telah menandatangani daftar penerima PBI untuk bulan mendatang, dengan ketentuan peserta PBI yang berada di luar desil 1–5 tetap dipertahankan selama tiga bulan ke depan. Masa tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat.
“Kita sarankan bagi yang mampu untuk pindah ke segmen mandiri, tapi bagi yang tidak mampu kita akan aktifkan kembali melalui PBI JKN,” tegasnya.
Lebih jauh, sekitar 106 ribu peserta yang mengidap penyakit kronis dan katastropik telah otomatis diaktifkan kembali sehingga dapat langsung memanfaatkan layanan kesehatan melalui skema PBI.
Ia menambahkan, proses pengecekan lapangan (groundcheck) akan terus berjalan dengan mencocokkan kepemilikan aset sebagai bagian dari pemutakhiran DTSEN.
“Tetap nanti akan dilakukan uji lapangan dan nanti akan diukur oleh BPS, sehingga dengan begitu konsistensinya tetap terjaga,” pungkasnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























