Menlu Belanda Mengundurkan Diri Karena Berbohong Soal Putin

Oleh: Yantina Debora - 14 Februari 2018
Kebohongan Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra telah membuat malu pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte serta semakin menyulitkan hubungan Belanda dengan Rusia.
tirto.id - Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra pada Selasa (13/2/2018) mengundurkan diri terkait kebohongan soal Presiden Rusia Vladimir Putin. Zijlstra mengakui mengarang cerita bahwa dirinya menghadiri suatu pertemuan pada 2006, yang di dalamnya Presiden Putin menguraikan strategi untuk membangun Rusia yang lebih luas.

Kebohongan itu telah membuat malu pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte serta semakin menyulitkan hubungan Belanda dengan Rusia.

Zijlstra terlihat "emosional" ketika mendapat kesempatan tampil pada sidang parlemen yang sedang membahas tindakannya. Dia mengatakan telah memutuskan untuk menyampaikan pengunduran diri kepada raja karena situasi yang terkait dengannya berisiko mengganggu tugas Kementerian Luar Negeri.

"Saya tidak memiliki pilihan lain hari ini selain menyerahkan pengunduran diri saya kepada Yang Mulia Raja," kata Zijlstra yang hanya kurang dari dari empat bulan menjalankan jabatan sebagai menteri luar negeri, seperti dikutip BBC.

Para anggota parlemen juga mencecar Rutte, yang sebelumnya membela Zijlstra walaupun ia sudah tahun sejak Januari bahwa menterinya itu telah mengarang cerita soal Putin.

Penangangan kasus Zijlstra merupakan cobaan berat pertama yang dihadapi koalisi Rutte sejak pemerintahannya mulai menjalankan tugas pada Oktober.

Zijlstra pada Senin mengaku bahwa ia telah berbohong pada 2016, yaitu ketika ia mengatakan bahwa dirinya menghadiri suatu pertemuan satu dekade sebelumnya. Dalam pertemuan yang disebutnya itu, Putin dikabarkan berbicara soal rencana Rusia melakukan perluasan di kawasan.

Zijlstra mengatakan ia sebenarnya tidak hadir dalam pertemuan tersebut namun mendengar kabar soal pernyataan Putin itu dari orang lain.

Komentar-komentar Zijlstra membuat partai-partai oposisi mendesaknya untuk mundur dan Kedutaan Rusia pada Selasa membantah komentar sang menteri luar negeri sebagai "kabar palsu".


Baca juga artikel terkait MENLU atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora