tirto.id - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengatakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berlangsung, meski sedang banyak kasus keracunan.
Muhaimin mengatakan evaluasi bisa dilakukan sambil program MBG tetap berjalan. Akan tetapi, SPPG yang melanggar tetap harus diberikan sanksi, bahkan penutupan operasional bila ditemukan masalah yang sangat berat.
"Makan bergizi gratis diteruskan dengan sungguh-sungguh. Evaluasi yang kurang, [SPPG] ditutup yang melanggar, yang tidak sesuai dengan standar operasinya juga harus diarahkan, dikasih sanksi kepada yang ngawur," ujar Muhaimin usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/10/2025).
Muhaimin mengatakan MBG sejatinya memiliki banyak manfaat. Beberapa di antaranya, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga mengatasi persoalan stunting. Mengingat, angka penderita stunting di Indonesia terbilang masih tinggi.
Kata Muhaimin, MBG juga menjadi langkah antisipasi anak-anak yang menyukai kudapan berpenyedap rasa Monosodium glutamat (MSG).
"MBG ini program yang juga sangat nyata, kita menghadapi racun micin, penyedap rasa, MSG. Mulai dari snack-snack sampai makanan padat yang banyak merusak selera makanan anak-anak kita. Itu juga menjadi agenda agar MPG mengarah ke sana," urai Imin.
Tinjau Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin sempat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang. Ia didampingi sang istri dan sejumlah kepala daerah mengecek gedung asrama dan ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang.
Pantauan Tirto, Muhaimin mengecek tiga kamar di gedung asrama sekolah tersebut. Imin tampak meninjau fasilitas yang ada di ketiga kamar itu. Ada satu kamar yang terdiri dari satu kasur, sedangkan dua kamar lain terdiri dari dua kasur alias kasur tingkat.
Terdapat sejumlah seragam tergantung di ketiga kamar tersebut. Beberapa buku bertumpukan di meja di ketiga kamar itu.
Usai gedung asrama, Muhaimin melanjutkan peninjauannya ke ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang. Begitu masuk ruang kelas tersebut, Cak Imin disambut nyanyian dan yel-yel dari para murid Sekolah Rakyat.
Cak Imin merespons hangat sambutan tersebut. Ia lantas berbincang dengan sejumlah murid Sekolah Rakyat di sana.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































