tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengusulkan agar materi keamanan pangan dan gizi menjadi mata pelajaran wajib di kurikulum sekolah.
Budi berharap mata pelajaran itu dapat meningkatkan pengetahuan siswa soal kualitas makanan, termasuk di dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Apalagi saat ini banyak kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.
“Sehingga mendidik anak-anak kita mengenai gizi dan keamanan makanan. Nah saya udah ngomong sama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen, Abdul Mu’ti) kalau bisa yang mengenai keamanan pangan dan gizi dimasukin bukan hanya Merdeka Belajar, itu kan bisa milih, ini dimasukin sebagai wajib,” kata Budi di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Menurut Budi, upaya itu akan membantu fungsi kontrol kasus keracunan bisa berjalan lebih baik lagi. Lebih lanjut, Budi juga memastikan materi-materi untuk mata pelajaran itu sudah disediakan dan disusun oleh pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Supaya nanti anak-anak juga tahu. Enggak usah diajarin gurunya. ‘Pak ini sudah enggak sehat nih, jadi saya enggak makan’ dan melaporkannya,” tutur Budi.
“Materi-materinya kan sudah ada juga, sudah dibikinin sama teman-teman dari Kemendikdasmen sehingga ini akan kita luncurkan,” imbuh Budi.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana melaporkan sebanyak 6.517 orang yang menjadi korban keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari 2025, dimana program itu baru diluncurkan.
“Terlihat sebaran kasus terjadinya gangguan pencernaan atau kasus di SPPG, terlihat dari 6 Januari sampai 31 Juli itu tercatat ada kurang lebih 24 kasus kejadian, sementara dari 1 Agustus sampai malam tadi (30 September 2025) itu ada 51 kasus kejadian,” kata Dadan di dalam Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Dengan demikian, terdapat 75 kasus keracunan yang terjadi sejak periode Januari hingga September 2025 itu. Lalu, Dadan mengatakan pihaknya membagi tiga wilayah terkait program MBG, yaitu wilayah I di Pulau Sumatera, wilayah II di Pulau Jawa, dan wilayah III untuk Indonesia Timur. Adapun dia menyebut kasus keracunan mayoritas terjadi di Pulau Jawa.
Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty
tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




























