Menuju konten utama

Menkes BGS Ingin Ajak AS dan Argentina Kembali Gabung WHO

Menurut Budi Gunadi Sadikin, seluruh negara perlu dirangkul agar kembali terlibat dalam organisasi kesehatan internasional, WHO.

Menkes BGS Ingin Ajak AS dan Argentina Kembali Gabung WHO
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi pers, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (9/10/2026). tirto.id/hanang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, ingin mengajak Amerika Serikat dan Argentina kembali bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menilai kerja sama seluruh negara diperlukan untuk menghadapi persoalan kesehatan global yang tidak dapat diselesaikan secara mandiri oleh satu negara.

Hal itu disampaikan Budi saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (9/10/2026). Ia menyebut pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran bahwa negara-negara di dunia saling terhubung dan membutuhkan kerja sama untuk menghadapi krisis kesehatan.

“Pengalaman kita waktu pandemi, nggak mungkin ada satu negara yang bisa selamat sendiri, nggak mungkin. Karena globally sudah interconnected 8 miliar orang ini. Itu sebabnya kita harus merangkul semua menjadi satu,” kata Budi.

Budi mengibaratkan negara-negara di dunia sebagai sebuah keluarga yang tinggal di planet yang sama. Menurutnya, seluruh negara perlu dirangkul agar kembali terlibat dalam organisasi kesehatan internasional tersebut.

“Dan saya rasa kita jadi keluarga yang 8 miliar orang di planet, rumahnya namanya planet Earth ini, ya nggak enak lah ada keluarga kita yang keluar. Jadi memang harusnya kita ajak bersama-sama kembali ke organisasi ini,” ujarnya.

Budi sebelumnya juga menyinggung keluarnya Amerika Serikat dan Argentina dari WHO dalam pidatonya di hadapan para duta besar. Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani oleh pemimpin WHO berikutnya.

Menurut Budi, organisasi internasional tersebut membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan negara-negara anggota di tengah situasi yang tidak biasa. Ia menjadikan upaya mengajak kedua negara tersebut kembali sebagai bagian dari agenda kepemimpinannya jika terpilih menjadi Direktur Jenderal WHO.

Budi mengatakan upaya menyatukan negara-negara juga diperlukan untuk memastikan WHO dapat menjalankan perannya di tengah perbedaan kondisi pembangunan ekonomi dan kesehatan setiap negara anggota.

Ia menilai pemimpin WHO berikutnya tidak cukup hanya menyampaikan arahan dari kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. Pemimpin tersebut juga harus mampu membangun kesepakatan agar kebijakan dan program kesehatan dapat diterapkan di negara-negara anggota.

Pemerintah Indonesia sebelumnya mengusung Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal WHO. Dalam keterangannya, Budi menyebut pencalonan tersebut merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili negara-negara Global South atau negara-negara berkembang di tingkat internasional.

Budi mengatakan, kelompok negara tersebut mencakup lebih dari 60 persen populasi dunia, tetapi menurutnya belum memiliki representasi yang signifikan dalam organisasi internasional.

Baca juga artikel terkait WHO atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Bayu Septianto