Menuju konten utama

Korban Cabul Guru Olahraga di Muratara Diduga Lebih dari 1 Siswi

Modus tersangka adalah dengan memanfaatkan les privat dikte bersama korban di ruang perpustakaan.

Korban Cabul Guru Olahraga di Muratara Diduga Lebih dari 1 Siswi
ilustrasi pelecehan seksual. wikimedia commons/Dianiapsari-1
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Fakta baru terungkap dari hasil penyelidikan polisi terkait pencabulan siswi SMP oleh guru olahraga di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Korban guru cabul tersebut diduga lebih dari satu orang.

Penyidik Satres PPO dan PPA Polres Muratara saat ini masih melakukan pendalaman terkait temuan ini. Penyidik juga menunggu korban-korban lain membuat laporan resmi.

"Dugaannya korban lebih dari satu, ini masih kami kembangkan," ungkap KBO Satres PPA dan PPO Polres Muratara, Ipda Henry Martadinata, Jumat (9/10/2026).

Sementara itu, tersangka juga mengaku melakukan pencabulan terhadap korban E (14) sebanyak 8 kali sejak tiga bulan lalu. Perbuatan itu semuanya terjadi di ruang perpustakaan.

Tersangka memanfaatkan les privat dikte bersama korban di ruang perpustakaan tersebut. Korban diketahui tidak bisa menulis secara dikte sehingga tersangka mengajarinya secara mandiri pada jam sekolah.

"Modusnya memanfaatkan situasi yang sepi saat berada di ruang perpustakaan pada waktu les privat dikte," kata Henry.

Tersangka berdalih tidak sampai berhubungan badan dengan korban. Aksi cabul yang dia lakukan sebatas mencium dan memegang bagian sensitif tubuh korban.

"Pengakuan tersangka kami perdalam dengan keterangan korban dan saksi-saksi. Mudah-mudahan semuanya menjadi terang," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang guru SMP di Muratara inisial LA (36) yang diduga mencabuli siswinya, E (14). Kasus ini terungkap setelah korban mengadu ke orang tuanya dan keluarga langsung melapor ke polisi.

Peristiwa dialami korban yang duduk di bangku SMP kelas IX itu terjadi di ruang perpustakaan sekolahnya, Senin (5/10/2026) siang. Korban berusaha melawan, namun tak bisa berbuat banyak lantaran merasa takut karena pelaku adalah gurunya sendiri.

Polisi akhirnya menangkap pelaku tanpa perlawanan usai kejadian, Selasa (6/10/2026) malam.

Baca juga artikel terkait KASUS PENCABULAN ANAK atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi