Menuju konten utama

9 Fakta Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun Jakarta Timur

Kebakaran rumah makan Padang di Rawamangun, Jakarta Timur, berhasil dipadamkan kurang dari dua jam. Insiden ini diwarnai aksi penyelamatan seorang anak.

9 Fakta Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun Jakarta Timur
Kebakaran rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di Rawamangun, Jakarta Timur, pada Jumat (9/10/2026) pagi. Terdapat enam korban dalam peristiwa ini, yang empat di antaranya mengalami luka bakar ketika berupaya memadamkan api dan dua orang terkilir.

Kebakaran tersebut diduga bermula ketika pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas di dapur. Tiba-tiba, api menyala dan membesar hingga melahap bagian atas bangunan. Para pekerja sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran api sulit dikendalikan.

Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Kurang dari dua jam, api berhasil padam dan didinginkan secara tuntas.

Fakta-Fakta Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun

Berikut fakta-fakta kebakaran yang terjadi di RM Padang di Rawamangun, Jakarta Timur sejauh ini:

1. Kebakaran terjadi pada Jumat pagi

Kebakaran ini terjadi di rumah makan Padang yang beralamat di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013/RW 008, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Berdasarkan laporan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, laporan kebakaran diterima petugas pada Jumat (9/10) pukul 07.35 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi pada pukul 07.41 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.

2. Api muncul ketika pekerja hendak mengganti tabung gas

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas di dapur. Pada saat itu, tiba-tiba terjadi penyalaan api di area dapur yang berada di bagian atas bangunan.

Berdasarkan keterangan Command Center Damkar DKI Jakarta, kebocoran tabung gas diduga menjadi penyebab kebakaran. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab akhir.

"Ketika pekerja sedang memasak dan ingin mengganti tabung gas, tiba-tiba terjadi penyalaan di dapur lantai tiga," jelas Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid dikutip Antara, Jumat.

3. Api membesar meski pekerja sempat menggunakan APAR

Setelah api muncul, para pekerja berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Peralatan tersebut digunakan untuk mengendalikan api sebelum kobarannya meluas. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan perkembangan api, sehingga sejumlah pekerja mengalami luka ketika berusaha memadamkannya.

4. Total enam korban dalam peristiwa kebakaran Rawamangun

Abdul Wahid menyebutkan empat korban luka bakar dalam peristiwa tersebut, yakni Tya, Agung, Yusuf, dan Dede. Mereka mengalami luka ketika berupaya memadamkan api yang muncul di dapur rumah makan.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menyebutkan selain empat orang yang mengalami luka bakar, ada dua korban lainnya dilaporkan mengalami terkilir.

"Seluruh korban saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ucap Henik.

5. Seorang perempuan menyelamatkan anak dengan cara meloncat dari bangunan yang terbakar

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang perempuan melompat dari lantai dua bangunan yang terbakar menuju bangunan di sebelahnya sambil menyelamatkan seorang anak. Setelah berhasil berpindah, perempuan tersebut terlihat turun melalui atap sebuah kedai bakso dengan bantuan warga sekitar.

6. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan

Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran beserta kendaraan pendukung untuk menangani insiden tersebut. Sebanyak 40 personel dilibatkan dalam operasi pemadaman. Petugas tiba di lokasi beberapa menit setelah laporan diterima dan langsung berupaya mengendalikan kobaran api.

Selain petugas pemadam kebakaran, Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya juga datang membantu penanganan. Kombes Pol. Henik Maryanto, menyatakan tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dengan mengerahkan dua unit kendaraan armoured water cannon (AWC).

"Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan dan penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman," kata Henik.

7. Api berhasil dilokalisasi sebelum operasi pemadaman dinyatakan selesai

Berdasarkan keterangan Abdul Wahid, api berhasil dilokalisasi pada pukul 07.55 WIB. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan mulai pukul 07.58 WIB untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.11 WIB.

"Api berhasil dilokalisasi pukul 07.55 WIB, kemudian melakukan pendinginan pada pukul 07.58 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," jelas Abdul.

8. Bangunan yang terbakar luasnya sekitar 200 meter persegi

Rumah makan yang terbakar diketahui milik Amru, seorang pria berusia 69 tahun. Abdul Wahid menyebut luas bangunan yang terbakar sekitar 200 meter persegi.

9. Penyebab kebakaran masih perlu dipastikan melalui penyelidikan

Kebocoran tabung gas disebut sebagai dugaan awal penyebab kebakaran karena api muncul ketika pekerja hendak mengganti tabung gas di dapur. Namun, dugaan tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden. Aparat masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar