tirto.id - Jakarta sebagai jantung Indonesia, tengah bergerak menuju babak baru dalam sejarah. Bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di kancah dunia.
Modernisasi infrastruktur menjadi fondasi penting. Pembangunan transportasi massal, seperti MRT, LRT, dan integrasi antarmoda menjadi simbol komitmen kota ini dalam mengatasi tantangan urban dan menciptakan kenyamanan bagi warga.
Smart city system terus dikembangkan. Menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi.
Namun, menjadi kota global tidak hanya soal gedung pencakar langit atau sistem digital. Jakarta juga memperkuat identitas budaya dengan merawat warisan lokal.
Seperti Kota Tua dan Budaya Betawi, sekaligus menjadi ruang terbuka bagi keberagaman dan kolaborasi internasional.
Pembangunan berkelanjutan menjadi pijakan utama. Upaya mengurangi polusi udara, memperluas ruang hijau, dan menghadirkan energi terbarukan.
Hal itu menjadi bagian dari visi masa depan Jakarta yang ramah lingkungan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Jakarta adalah kota yang tidak berhenti bergerak. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Jakarta terus membuka diri terhadap inovasi, investasi global, dan pertukaran budaya.
Kota Jakarta siap menjadi simpul utama jaringan kota-kota dunia. Bukan hanya sebagai pusat bisnis dan teknologi, tapi juga sebagai kota layak huni yang manusiawi.
Satu hal yang juga sangat penting, yakni menjaga stabilitas investasi di Jakarta. Stabilitas investasi menjadi sesuatu yang penting sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, dalam rapat bersama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Mujiyono, perlu informasi intelijen yang bisa diakses publik. Terutama terkait kondisi investasi dan potensi kerawanan yang dapat memengaruhi dunia usaha.
Stabilitas ekonomi, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari keamanan wilayah. Keduanya saling berkaitan dan berpengaruh terhadap kepercayaan investor.
"Kita tahu, iklim investasi itu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kondisi ekonomi dan keamanan," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/5/2025).
Mujiyono menambahkan, tugas Binda sebagai lembaga strategis adalah menjaga suasana kota tetap aman dan terkendali.
"Karena kalau situasi aman dan kondusif, faktor-faktor ekonomi lainnya akan ikut membaik, termasuk investasi," sambung Mujiyono.
Komisi A juga mendorong agar sebagian informasi intelijen yang bersifat strategis dan relevan terutama yang berkaitan dengan keamanan dan iklim investasi, dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
Penyampaian informasi sangat penting untuk menciptakan rasa aman, meningkatkan kesiapsiagaan publik, serta memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






























