Menuju konten utama

Menilik Tunjangan Anak Rp1 M di Singapura dan Tambahan Cuti Ortu

Singapura akan memberi tunjangan anak hampir Rp1 miliar sejak lahir sampai usia 17 tahun, serta menambah cuti orang tua bekerja untuk pengasuhan.

Menilik Tunjangan Anak Rp1 M di Singapura dan Tambahan Cuti Ortu
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. youtube/Prime Minister's Office, Singapore
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Singapura akan memberikan tunjangan kepada setiap anak warga negara Singapura yang nilainya hampir S$70.000 atau hampir Rp1 miliar sejak lahir hingga berusia 17 tahun.

Tak hanya itu, Singapura juga menambah jatah cuti pengasuhan anak bagi orang tua bekerja sekaligus menanggung biaya cuti tersebut dengan mengganti ke pihak perusahaan.

Paket kebijakan baru tersebut diumumkan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong dalam National Day Rally (NDR) 2026 pada Minggu (23/8/2026).

NDR merupakan pidato tahunan PM Singapura kepada masyarakat yang biasanya disampaikan setelah perayaan Hari Kemerdekaan Singapura untuk menyampaikan perkembangan negara, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan dan program pemerintah ke depan.

Dalam NDR 2026, PM Wong menegaskan bahwa keputusan memiliki anak merupakan pilihan yang sangat personal dan kebijakan pemerintah tidak dapat memaksanya. Namun, pemerintah dapat membuat keputusan tersebut lebih mudah bagi warga Singapura yang memang ingin memiliki anak dengan memberikan dukungan dalam membesarkan keluarga.

“Dan kami ingin setiap keluarga tahu: jika Anda memilih untuk memiliki anak, Pemerintah akan mendukung Anda,” ujar PM Wong dikutip dari laman resmi Pemerintah Singapura.

Rincian Tunjangan Anak Hampir Rp1 Miliar di Singapura

SG Child Support Package adalah skema baru bantuan pemerintah Singapura untuk keluarga. Skema ini mulai membayarkan manfaatnya pada April 2027 dan memberikan dukungan finansial sejak anak lahir hingga memasuki usia 17 tahun.

Lawrence Wong

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menjelaskan tentang Beasiswa untuk anak sampai usia 17 tahun.. youtube/Prime Minister's Office, Singapore

Salah satu perubahan penting adalah setiap anak warga negara Singapura akan memperoleh tingkat dukungan yang sama, tanpa membedakan urutan kelahiran. Berikut rinciannya:

1. Anak lahir mulai 1 April 2027

Untuk anak warga negara Singapura yang lahir mulai 1 April 2027, paket manfaatnya paling lengkap. Pemerintah memberikan Baby Gift sebesar S$10.000, atau sekitar Rp139,44 juta. Uang ini dibayarkan dalam dua tahap dalam 12 bulan sejak kelahiran.

Selain itu, anak mendapatkan Child Credits sebesar S$2.000 per tahun, atau sekitar Rp27,89 juta per tahun, mulai usia 1 tahun hingga usia 16 tahun.

Jika dihitung selama 16 kali pembayaran, nilai nominalnya mencapai S$32.000 atau sekitar Rp446,20 juta. Anak juga memperoleh CDA First Step Grant sebesar S$5.000, setara sekitar Rp69,72 juta, yang otomatis masuk ke Child Development Account (CDA) setelah rekening dibuka.

Pemerintah kemudian memberikan dollar-for-dollar co-matching atas tabungan yang dimasukkan ke CDA, sampai batas S$5.000 atau sekitar Rp69,72 juta. Artinya, apabila orang tua menabung S$5.000 di CDA dan memenuhi ketentuan, pemerintah dapat memberikan tambahan S$5.000.

Selain Child Credits, pemerintah juga memberikan sekitar S$2.500 dalam bentuk kontribusi Edusave selama masa pendidikan dasar dan menengah.

Ketika anak berusia 17 tahun, pemerintah juga memberikan PSEA top-up sebesar S$10.000, atau sekitar Rp139,44 juta, ke Post-Secondary Education Account (PSEA).

Jika seluruh manfaat tersebut dijumlahkan secara nominal, anak yang lahir mulai 1 April 2027 berpotensi menerima:

  • Baby Gift: sekitar Rp139,44 juta;
  • Child Credits: sekitar Rp446,20 juta;
  • CDA First Step Grant: sekitar Rp69,72 juta;
  • MediSave Grant: sekitar Rp69,72 juta yang masuk ke rekening MediSave anak;
  • CDA Government co-matching: sekitar Rp69,72 juta;
  • Edusave: sekitar Rp34,86 juta;
  • PSEA top-up: sekitar Rp139,44 juta;
Totalnya sekitar S$69.500 atau Rp969,10 juta, sehingga pemerintah membulatkannya sebagai sekitar S$70.000 per anak.

2. Anak lahir 1 Januari 2026-31 Maret 2027

Anak yang lahir dalam periode ini juga mendapatkan paket yang cukup besar. Mereka dapat memperoleh top-up Baby Gift hingga total S$10.000, sekitar Rp139,44 juta, apabila sebelumnya menerima Baby Bonus Cash Gift (BBCG).

Mereka juga memperoleh Child Credits S$2.000 per tahun hingga usia 16 tahun, atau secara nominal hingga S$32.000 (Rp446,20 juta).

Untuk CDA, kelompok ini tidak mendapatkan First Step Grant S$5.000 yang khusus diberikan kepada anak lahir mulai 1 April 2027. Namun, mereka tetap memiliki CDA government co-matching cap S$5.000, sekitar Rp69,72 juta, sesuai ketentuan transisi. Ketika berusia 17 tahun, mereka juga mendapatkan PSEA top-up S$10.000, sekitar Rp139,44 juta.

3. Anak lahir 14 Februari 2023-31 Desember 2025

Kelompok ini juga mendapatkan manfaat transisi. Jika sebelumnya memenuhi syarat Baby Bonus Cash Gift, BBCG akan dihentikan dan pemerintah memberikan top-up sehingga total dukungan Baby Gift mencapai S$10.000, atau sekitar Rp139,44 juta.

Mereka juga mendapatkan Child Credits S$2.000 per tahun sampai usia 16 tahun. Jumlah aktual yang masih dapat diterima bergantung pada usia anak saat memasuki skema baru.

Mereka juga tetap mempunyai CDA co-matching cap sekitar Rp69,72 juta, serta memperoleh PSEA top-up sekitar Rp139,44 juta, ketika berusia 17 tahun.

4. Anak lahir 1 Januari 2015-13 Februari 2023

Untuk kelompok ini, manfaat yang diberikan terutama berupa Child Credits S$2.000 per tahun sampai usia 16 tahun, CDA co-matching hingga sekitar Rp69,72 juta, dan PSEA top-up sekitar Rp139,44 juta pada usia 17 tahun.

Jumlah total yang dapat diterima masing-masing anak berbeda karena Child Credits hanya diberikan sampai usia 16 tahun. Jadi, anak yang lebih tua pada saat skema mulai berlaku akan memperoleh jumlah Child Credits yang lebih sedikit dibandingkan anak yang lebih muda.

5. Anak lahir 1 Januari 2010-31 Desember 2014

Kelompok ini memperoleh Child Credits S$2.000 per tahun hingga usia 16 tahun dan PSEA top-up S$10.000 ketika berusia 17 tahun. Mereka tidak lagi masuk dalam manfaat CDA yang diperpanjang.

6. Anak lahir 1 Januari-31 Desember 2009

Untuk anak yang lahir pada 2009, manfaat yang disebutkan adalah PSEA top-up S$10.000, yang nilainya sekitar Rp139,44 juta, ketika mereka mencapai usia 17 tahun.

Pemerintah juga berencana membuat pendidikan dan pengasuhan prasekolah lebih terjangkau. Pada 2030, biaya full-day di pusat preschool yang didukung pemerintah akan diturunkan hingga maksimum sekitar S$150 (sekitar Rp2,09 juta) per bulan untuk childcare dan S$300 (sekitar Rp4,18 juta) per bulan untuk infant care.

Selain menurunkan biaya, subsidi preschool penuh juga akan diperluas kepada keluarga yang memiliki anak warga negara Singapura tanpa memandang apakah pemohon bekerja atau tidak.

Tambahan Cuti Orang Tua Bekerja di Singapura

Tak hanya memberikan bantuan finansial, pemerintah Singapura juga menambah Cuti Perawatan Anak (Childcare Leave/CCL) bagi orang tua bekerja.

Lawrence Wong

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menjelaskan tentang cuti orangtua dengan tetap mendapatkan gaji. youtube/Prime Minister's Office, Singapore

Dalam skema baru, orang tua bekerja yang mempunyai anak berusia 12 tahun ke bawah, akan mendapatkan jatah cuti:

  • Satu anak: 8 hari cuti per tahun;
  • Dua anak: 10 hari cuti per tahun;
  • Tiga anak atau lebih: 12 hari cuti per tahun.
Pemerintah juga akan mengganti biaya cuti terkait anak kepada pemberi kerja atau perusahaan hingga batas S$500 atau sekitar Rp6,97 juta per hari.

PM Wong mengatakan pemerintah ingin melakukan perubahan mendasar dalam cara memberikan dukungan kepada keluarga, bukan sekadar melakukan penyesuaian kecil pada masing-masing skema.

Menurutnya, dukungan selama ini terlalu terkonsentrasi pada saat kelahiran anak, sedangkan orang tua membutuhkan bantuan secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak.

“Ketika kita memikirkan hal yang paling penting bagi warga Singapura, keluarga adalah inti dari hal tersebut. Itulah mengapa tidak ada yang lebih penting daripada membantu keluarga berkembang,” jelas PM Wong dikutip The Straits Times, Minggu (23/8/2026).

Baca juga artikel terkait CUTI AYAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra