Mengenal Sistem Politik dan Ekonomi pada Masyarakat Suku Sunda

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 14 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Masyarakat suku Sunda memiliki sistem politik di pedesaan dengan pengangkatan seorang kuwu yang dibantu beberapa pembantu khusus.
tirto.id - Setiap suku yang ada di Indonesia memiliki kekhasan dalam budayanya yang terlihat dalam berbagai bidang. Contohnya, tampak pada suku Sunda yang mayoritas mendiami wilayah Provinsi Jawa Barat. Masyarakat Sunda masih memiliki kekhasan dalam sistem kemasyarakatannya.

Menurut buku Antropologi 1 (2009) terbitan Depdiknas, masyarakat Sunda masih cukup kuat memegang tradisi adatnya sekali pun budaya-budaya baru mulai berdatangan seiring majunya zaman. Hal itu tampak dalam sistem kepercayaan, kekerabatan, politik, ekonomi, hingga kesenian.

Pada sistem politik, masyarakat Sunda masih menerapkan pola struktur perangkat desa yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti adanya pengatur irigasi atau petugas yang mengurusi aduan warga.

Lalu, pada sistem ekonomi, masyarakat Sunda sudah mengalami kemajuan pesat. Ada beberapa sektor yang saat ini menjadi andalan di wilayah tersebut.

Berikut ini sistem politik dan sistem ekonomi yang berlaku pada masyarakat Sunda:

Sistem Politik Suku Sunda


Dalam masyarakat Sunda, pemerintahan paling rendah di tingkat pedesaan memiliki perangkat kepengurusan yang khas. Pada beberapa tempat, istilah kepala desa diberi sebutan lain. Contohnya nama "kuwu" dijadikan sebutan untuk kepala desa Bojongloa.

Kuwu bertugas mengurusi semua kepentingan warga di wilayah yang diampunya. Kuwu dibantu oleh beberapa pembantu yang memiliki tugas-tugas khusus. Berikut ini para pembantu kuwu:

1. Juru tulis. Juru tulis memiliki tugas untuk menangani pajak dan pemeliharaan arsip. Jumlah juru tulis sebanyak satu orang.

2. Kokolot. Kokolot memiliki tugas menjalankan perintah dan menyampaikan segala pengaduan warga yang disampaikan melalui pamong desa. Jumlah kokolot ada tiga orang.

3. Kulisi. Kulisi bertugas dalam menjaga keamanan desa.

4. Ulu-ulu. Ulu-ulu memiliki tugas dalam pengaturan pembagian air irigasi sehingga terdistribusi secara merata dan adil.

5. Amil. Tugas amil adalah mengurusi tentang kematian, kelahiran, proses rujuk, hingga pernikahan.

6. Pembina desa. Jumlah pembina desa ada tiga orang. Masing-masing pembina merupakan anggota kepolisian sejumlah satu orang, dan anggota TNI Angkatan Darat sebanyak dua orang.

Sistem Ekonomi Suku Sunda


Dalam sistem ekonomi masyarakat Sunda, mereka memiliki mata pencaharian yang beraneka rupa. Setidaknya ada tiga sektor yang cukup erat dimasuki masyarakat setempat yakni perkebunan, perdagangan, dan pertanian.

Di wilayah Sunda, perdagangan telah berkembang cukup pesat. Di sana menjadi salah satu sentra sandang yang cukup disegani.

Di samping itu, dari sektor perkebunan banyak ditemui berbagai jenis komoditi seperti perkebunan teh, kelapa sawit, kina, dan tebu. Lalu, dari sisi pertanian telah menjadi salah satu wilayah penghasil padi, jagung, ketela, kacang tanah, dan kedelai.

Baca juga artikel terkait SUKU SUNDA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight