Menuju konten utama

Mengecek Harga Pangan di Pasar usai MBG Libur, Benarkah Turun?

Sejumlah pedagang pasar mengakui harga-harga turun usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan di momen libur sekolah.

Mengecek Harga Pangan di Pasar usai MBG Libur, Benarkah Turun?
Murtasiyah saat ditemui di lapaknya, Pasar Cisalak, Depok, Senin (29/6/2026). tirto.id/Nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Cisalak, Kota Depok, mengalami pergerakan yang beragam usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama libur sekolah.

Sejumlah pedagang mengaku harga ayam, telur, cabai, dan bawang merah mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

Penurunan paling terasa terjadi pada harga ayam. Murtasiyah, pedagang ayam di Pasar Cisalak, menyebut kondisi harga sebelum MBG berjalan sempat melambung. Harga ayam hidup pernah menembus Rp30.000 per kilogram angka yang menurutnya terlalu tinggi dan membuat pedagang terpaksa nombok.

"Sebelum libur MBG itu bosnya nombok banyak. Terlalu tinggi harganya,” kata Murtasiyah saat ditemui di lapaknya, Pasar Cisalak, Depok, Senin (29/6/2026).

Kini, setelah MBG libur, harga ayam hidup berangsur turun ke kisaran Rp20.000-an per kilogram. Untuk ayam filet, harga yang sebelumnya bertahan di Rp55.000 per kilogram saat MBG masih berjalan, kini turun ke Rp45.000 per kilogram.

Pedagang ayam lainnya, Priharyono, turut membenarkan tren penurunan tersebut. Menurutnya, harga ayam terus melorot secara perlahan sejak sekitar dua minggu lalu, menjelang libur sekolah dimulai. Penurunan terjadi bertahap turun Rp1.000, lalu Rp500 setiap dua hingga tiga hari sekali.

"Terus menurun, tapi nggak signifikan. Turun Rp1.000, turun Rp500 gitu. Tapi dari MBG libur itu menurun terus," jelas Priharyono.

Pasar Cisalak

Murtasiyah saat ditemui di lapaknya, Pasar Cisalak, Depok, Senin (29/6/2026). tirto.id/Nanda

Priharyono menilai penurunan harga turut dipengaruhi melemahnya permintaan. Menurut dia, permintaan mulai menurun sejak sekitar dua pekan lalu atau menjelang libur sekolah. Meski begitu, ia mengakui liburnya MBG juga memiliki pengaruh terhadap kondisi tersebut.

“Memang lagi permintaan nurun. Ya, ada pengaruhnya juga,” katanya.

Sementara itu, pedagang telur dan beras, Atta, mengatakan harga telur juga mengalami penurunan. Ia menyebut harga telur sebelumnya sekitar Rp27 ribu per kilogram, sedangkan kini turun bertahap menjadi Rp23.500 per kilogram.

“Perkilo Rp27.000, sekarang Rp23.500,” ujar Atta.

Ia juga menjelaskan bahwa penurunan harga telur ini mulai turun setelah dimulainya libur sekolah.

"Pas lagi anak sekolah libur sih sudah mulai turun," tutur Atta.

Pergerakan harga yang beragam juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Pedagang bawang dan bumbu, Lidya Ginting, mengatakan saat ini harga bawang merah dan cabai mengalami penurunan, sedangkan bawang putih justru mengalami kenaikan.

“Bawang merah turun, tapi bawang putih naik,” kata Lidya.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini bawang merah mengalami penurunan yang semula berkisar Rp40.000 hingga Rp45.000, kini harga bawang merah merosot ke angka Rp35.000 per kilogram.

"Tadinya Rp45.000, Rp40.000, sekarang bisa Rp35.000," ujar Lidya.

Pasar Cisalak

Murtasiyah saat ditemui di lapaknya, Pasar Cisalak, Depok, Senin (29/6/2026). tirto.id/Nanda

Sementara itu, pedagang ikan, Sunarti, mengatakan harga ikan di Pasar Cisalak relatif stabil dan belum mengalami perubahan sejak bulan puasa.

"Kalo ikan mah disini harganya biasa aja, biasa aja ga ada perubahan, soalnya kalo kita naik turun kan pembelinya jadi kacau jadi ga mau, jadi kalo ikan stabil,"

Ia menjelaskan pedagang memilih mempertahankan harga karena khawatir perubahan harga justru membuat pembeli berkurang. Sunarti juga mengatakan pedagang ikan di Pasar Cisalak tidak memasok kebutuhan untuk program MBG.

“Nggak ada yang ngambil ikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan penataan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa evaluasi yang diikuti penghentian sementara dapur MBG selama periode tersebut juga mencakup pembenahan sistem insentif kepada masing-masing SPPG.

"Salah satu kebijakan yang sudah diambil oleh pimpinan BGN adalah menghentikan atau menyetop dulu kegiatan dapur-dapur untuk menyuplai MBG selama masa libur. Dan karena masa liburnya cukup panjang jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," ujar Qodari dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026)

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana