Menuju konten utama

"Mengandalkan Bisnis Bodyguard Bisa Kolaps"

Bisnis jasa keamanan mulai berkembang di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi), di Jakarta saja ada lebih dari 1.000 perusahaan yang bergerak di bidang ini.

Presiden Direktur PT EGP Adi Mahfudz. TIRTO/Andrey Gromico

tirto.id - Para anggota Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) bergerak dalam bidang jasa penyediaan tenaga keamanan seperti satpam.

Selain satpam, mereka juga menyediakan bodyguard atau tenaga pengamanan bagi orang-orang sangat penting atau VVIP dari berbagai kalangan.

Berikut wawancara tirto.id dengan Ketua Umum Abujapi Adi Mahfudz yang juga Direktur PT Esa Garda Pratama (EGP) yang menyediakan jasa keamanan.

Sejak kapan Anda terjun di bisnis jasa pengamanan?

Awalnya, saya tidak terjun di dunia sekuriti. Basic saya pada kualitas dan SDM. Tapi waktu hijrah ke Jakarta tahun 2005, saya melihat peluangnya bagus. Begitu sudah kita coba untuk marketing di pasar, hasilnya kok bagus. Ternyata sampai saat ini.

Satu yang perlu dipahami, ini bisnis masalah. Banyak industri yang punya masalah dan mereka tidak bisa menangani masalah keamanan di perusahaannya. Bagi saya, masalah justru sumber rejeki. Kalau mau sukses harus banyak masalah. Asal dikelola dengan baik. Ada peluang untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi negara semakin maju.

Sejak kapan bisnis jasa pengamanan mulai mendapat pasar di Indonesia?

Sejak tahun 1996 sudah mulai banyak. Momentumnya adalah krisis tahun 1998. Sejak krisis 1998 itu, kesadaran untuk keamanan mulai tumbuh. Sebenarnya dulu sudah ada, tapi baru ditangani oleh internal perusahaan.

Apa saja yang ditangani dalam bisnis jasa pengamanan?

Merujuk pada Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007, ada enam ruang lingkup. Pertama, jasa pengamanan seperti satpam, lalu ada pelatihan keamanan, konsultasi keamanan, penggunaan peralatan, kawal angkut uang dan barang, lalu ada K-9 (anjing pelacak). Sejauh ini yang masih paling besar adalah satpam.

Apa yang menjadi fokus dari pengamanan?

Pengertian ruang lingkup pengamanan itu, ada pengamanan fisik, ada pengamanan aset. Perspektifnya sangat luas. Tapi secara formulasi di kita ada tiga, yakni keamanan, ketertiban dan pelayanan. Menjalankan fungsinya kepolisian secara terbatas, hanya terbatas ruang lingkup kerja. Kan ada juga untuk manajemen keamanan dan konsultasinya.

Apakah pasar bisnis jasa pengamanan masih luas?

Kalau bicara peluang, tergantung bagaimana menyiasati. Katakan peluangnya 100 persen, mungkin baru 1 persen yang kita garap. Artinya, pasarnya masih sangat besar. Apalagi mengikuti perkembangan zaman, keamanan menjadi faktor yang penting.

Kebutuhan akan terus meningkat. Tidak akan menurun. Tapi juga tergantung regulasi. Sejauh mana pemerintah mengaturnya, sehingga cara bermainnya juga fair. Masalahnya, Indonesia belum punya undang-undang industrial sekuriti. Padahal negara lain sudah banyak yang punya.

Anda memiliki Esa Garda Pratama. Berapa tenaga pengamanan yang dikelola?

Untuk satpam di atas 8.600 orang yang menyebar se-Indonesia. Tapi memang, klasifikasi areanya belum semua.

Dengan jumlah satpam sebanyak itu, berapa omset Esa Garda Pratama?

Begini kalau menghitung omzet. Kalau kami punya 8.000 satpam, dikalikan saja dengan Rp5 juta. Itu revenue. Nanti akan dikurangi gaji yang rata-rata UMP (Upah Minimum Provinsi). Kalau di Jakarta UMP Rp3,1 juta, sisanya untuk biaya lain, ada pelatihan dan lainnya.

Bagaimana persaingan usaha di antara bisnis sejenis?

Biasa saja. Saya senang dengan persaingan usaha. Justru meningkatkan kualitas yang kita berikan. Memang harus bersaing. Apakah persaingannya keras, tergantung pada pribadi masing-masing.

Bisnis jasa keamanan ini unik. Banyak perilaku mereka yang menjalankan bisnis ini masih ala sekuriti itu sendiri. Banyak mencampuri community development. Padahal harus kerjasama dengan preman dan ormas tertentu dan masyarakat. Kalau kita masih merasa gagah, ugal-ugalan dan bisa menyelesaikan semua masalah, itu salah. Mindset seperti itu salah.

Banyak pelaku usaha jadi latah. Ikut-ikutan jadi pendekar. Itu lucu. Ini kan sebenarnya bisnis manajemen manusia. Namanya mengelola manusia, pasti banyak parameternya. Dikedepankan komunikasi, harus punya informasi yang cukup dan yang terpenting perilaku sendiri.

Berapa banyak perusahaan bisnis pengamanan di Jakarta?

Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Jakarta di atas 1.000 perusahaan. Tapi menurut saya, perusahaan yang manajemennya bagus nggak lebih dari 20 persen.

Kalau jasa pengamanan yang lebih spesifik seperti bodyguard, bagaimana peminatnya?

Peminat banyak. Kita banyak permintaan bodyguard. Misalnya untuk acara tertentu, pengawalan orang asing dari bandara ke tujuan. Pengawalan artis-artis dari bandara ke Jakarta Convention Center (JCC) kalau ada momen besar. Permintaan seperti itu lebih ke pengamanan privat.

Kalau dibandingkan satpam, mana yang lebih menguntungkan?

Ya sebenarnya keuntungan lebih banyak yang privat. Bodyguard lebih menguntungkan karena tarifnya per jam. Tarifnya relatif karena ini bisnis risiko. Berkisar Rp300 ribu/jam. Tapi bisnis ini musiman. Tidak kontrak jangka panjang seperti satpam yang bisa dua tahun sampai tiga tahun.

Pengawalan tidak banyak yang jangka panjang. Hanya per kegiatan sehingga sifatnya musiman. Sebenarnya ini bisnis sampingan saja. Pengawalan tidak boleh lebih dari 12 jam karena akan mempengaruhi fisik bodyguard-nya.

Perlu diingat bahwa bisnis yang baik itu yang berkesinambungan. Sejauh mana bisa berjalan. Seperti bodyguard memang untung besar, tapi musiman. Kalau mengandalkan bisnis bodyguard, satu dua tahun bisa kolaps. Kalau saya dibagi, 60 persen harus mikro atau grosiran, skala makro 30-40 persen.

Apa bedanya bodyguard dengan satpam?

Kalau untuk mengawal seseorang, ada pengawalan melekat dan ada pengawalan jarak jauh. Pengertian bodyguard kan memproteksi. Jadi membuat agar seseorang merasa nyaman dan aman. Jadi lebih ke mental. Dengan adanya pengawalan, dia merasa enak dan nyaman.

Jadi lebih ke VVIP protection. Oleh sebab itu kualifikasi beda. Harus bisa beladiri karena bisnis risiko. Makanya rata-rata dari anggota militer. Tapi dalam hal ini jangan sampai menyalahi aturan, apalagi mengatasnamakan salah satu institusi. Pada dasarnya sama seperti satpam, hanya saja memiliki kemampuan yang lebih.

Bisnis jasa bodyguard belum ada aturannya. Bagaimana menurut Anda?

Semua harus diatur. Mengantisipasi kalau ada sesuatu yang terjadi. Sekecil-kecilnya harus diatur. Jadi memang tidak mudah karena belum dilegalkan. Makanya masih bersifat pribadi.

Apa yang paling penting dalam bisnis jasa keamanan?

Bisnis ini soal manajemen. Bagaimana mengorangkan orang. Tidak boleh disepelekan. Misalnya satpam, jejang karire juga harus jelas, bayar gaji tidak boleh telat, juga tidak ada pemotongan di luar kesepakatan.

Baca juga artikel terkait WAWANCARA - ARTA atau tulisan lainnya dari Mawa Kresna

Reporter: Mawa Kresna
Penulis: Mawa Kresna
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti