tirto.id - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut penandatanganan pakta dagang antara Indonesia dengan Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA) dan Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership/IEU CEPA) dapat meningkatkan ekspor hingga 100 persen atau dua kali lipat.
Karena itu, ia menargetkan kedua perjanjian dagang tersebut dapat dirampungkan dalam waktu secepat-cepatnya.
“Harapan kita bisa dua kali lipat, ya setelah implementasi ini berjalan,” ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).
Budi mengatakan, dengan telah ditandatanganinya kesepakatan substantif IEU-CEPA pada Selasa (23/9/2025) lalu, Budi berharap ratifikasi kesepakatan dagang ini dapat dilaksanakan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2026. Sedangkan, ICA-CEPA ditarget rampung dan dapat diimplementasikan di pertengahan 2026.
“Nah, ini sebenarnya langkah kita ya yang kita lakukan untuk memperluas pasar ekspor kita. Karena kita ingin mencari pasar yang lebih banyak, yang sekarang sudah selesai, Kanada,” imbuhnya.
Sebagai informasi, total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa telah mencapai 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu. Sedangkan, untuk periode Januari-Juli 2025, total perdagangan antara Indonesia dengan Kanada tercatat surplus sebesar 3,5 miliar dolar AS.
Selain melalui ICA CEPA dan IEU CEPA, peningkatan perdagangan internasional Indonesia juga akan dilakukan melalui kesepakatan dagang antara Indonesia dengan negara-negara Eurasia, yakni dengan ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (FTA) pada Desember mendatang. Kemudian, ada pula kesepakatan Indonesia-Peru CEPA dan kesepakatan perdagangan preferensial Indonesia-Tunisia atau I-T Preferential Trade Agreement (PTA).
“Kemudian kita tahun depan akan fokus ke Mercosur, kemarin tanggal 25 September itu sudah kita mulai ya perundingannya dengan anggota Mercosur itu Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Ini kita mulai dan juga nanti kita akan segera ke Afrika Selatan, Afrika Selatan, sorry ke Benua Afrika. Benua Afrika sebenarnya sudah lama kita mulai perjanjian, cuma mereka juga maunya kan kawasan,” rinci Budi.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































