Menuju konten utama

Mendag Akui MinyaKita Langka, Sarankan Warga Beli Merek Lain

Mendag meminta masyarakat tak hanya bergantung pada ketersediaan MinyakKita untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng.

Mendag Akui MinyaKita Langka, Sarankan Warga Beli Merek Lain
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat meninjau pameran industri tekstil, Intertax, di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kelangkaan minyak goreng merek MinyaKita di pasaran. Menurut dia, hal itu terjadi karena distribusi MinyaKita yang merupakan bagian dari domestic market obligation (DMO) saat ini difokuskan ke wilayah Papua.

"[Kelangkaan] bisa jadi karena MinyaKita itu kan minyak DMO. Sekarang kita itu, MinyaKita, lagi fokus [distribusi] ke Papua, ya. Karena kan MinyaKita jumlahnya terbatas, karena itu DMO dari ekspor," ucapnya di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026).

Budi mengatakan, di pasaran masih tersedia minyak goreng merek lain yang kualitasnya setara dengan MinyaKita. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya bergantung pada ketersediaan MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng.

Ia menegaskan, MinyaKita memang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Produk tersebut juga tidak dipasarkan di ritel modern dan hanya dijual melalui pasar rakyat.

"Memang peruntukannya seperti itu, tapi kadang-kadang orang larinya ke minyak kita karena kualitasnya hampir sama dengan yang lain. Padahal itu peruntukannya untuk menengah ke bawah, ya," tutur dia.

Selain itu, Budi mengungkapkan Kementerian Perdagangan tengah membahas rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita. Pasalnya, HET produk tersebut telah dipertahankan selama hampir tiga tahun.

Rencana penyesuaian harga itu juga dipengaruhi oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah, serta meningkatnya biaya distribusi. Meski demikian, Budi belum mengungkapkan besaran kenaikan HET yang tengah dibahas.

"Terus, struktur pembiayaan, termasuk distribusi [minyak goreng] kan semua naik. Jadi, kita inginnya melihat kembali [HET MinyaKita] ya. Ya, jangan sampai kita tidak menyesuaikan dengan kondisi yang ada," ujarnya.

"Belum tahu [nilai kenaikan HET MinyaKita] masih dibahas ya," lanjut Budi.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana