Menuju konten utama

Menag Yaqut Buat KUA Jadi Tempat Menikah Semua Agama Mulai 2024

Menag Yaqut Cholil ingin mengubah KUA untuk melayani pencatatan pernikahan semua umat agama, tak hanya Islam saja.

Menag Yaqut Buat KUA Jadi Tempat Menikah Semua Agama Mulai 2024
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berpidato saat Perayaan Natal Nasional 2023 di Gereja Bethany Nginden, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/12/2023). Perayaan Natal Nasional 2023 mengusung tema kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU

tirto.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Kantor Urusan Agama (KUA) akan bertransformasi sebagai tempat yang tak hanya melayani umat Islam saja, tetapi juga akan dijadikan tempat pencatatan pernikahan bagi semua agama.

"Kita sudah sepakat sejak awal, bahwa KUA ini akan kita jadikan sebagai sentral pelayanan keagamaan bagi semua agama. KUA bisa digunakan untuk tempat pernikahan semua agama," ujar Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/2/2024) dilansir dari Antara.

Pernyataan Yaqut tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bertajuk Transformasi Layanan dan Bimbingan Keagamaan Islam sebagai Fondasi Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan.

Menurut Yaqut, dengan mengembangkan fungsi KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan agama selain Islam, diharapkan data-data pernikahan dan perceraian bisa lebih terintegrasi dengan baik.

"Sekarang ini jika kita melihat saudara-saudari kita yang non-Muslim, mereka ini mencatat pernikahannya di pencatatan sipil. Padahal, itu seharusnya menjadi urusan Kementerian Agama," katanya.

Menag juga berharap aula-aula yang ada di KUA dapat dipersilakan untuk menjadi tempat ibadah sementara bagi umat non-Muslim yang masih kesulitan mendirikan rumah ibadah sendiri karena faktor ekonomi, sosial, dan lain-lain.

"Bantu saudara-saudari kita yang non-Muslim untuk bisa melaksanakan ibadah yang sebaik-baiknya. Tugas Muslim sebagai mayoritas yaitu memberikan pelindungan terhadap saudara-saudari yang minoritas, bukan sebaliknya," kata Yaqut.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan pada 2024, pihaknya akan meluncurkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan lintas agama.

"Tahun ini pula segera kami launching KUA sebagai pusat layanan keagamaan lintas fungsi dan lintas agama," kata Kamaruddin.

Baca juga artikel terkait KANTOR URUSAN AGAMA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto