tirto.id - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto, masih tertahan di Doha, Qatar, sejak Sabtu (28/2/2026) sore dalam perjalannya menuju ke Jenewa, Swiss untuk menghadiri Sidang Dewan HAM PBB.
Situasi ini adalah imbas eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel.
"Masih di Doha Qatar," kata Mugiyanto kepada Tirto, Senin (2/3/2026).
Mugiyanto mengatakan, pada siang, ini akan ada pengumuman dari Bandara Internasional Hamad Doha terkait penerbangan menuju Jenewa.
"Masih memantau situasi bersama Bapak Dubes RI di Doha," kata Mugiyanto lagi.
Dia menyebut, di tengah ketidakpastian penerbangan akibat konflik militer di Timur Tengah ini, Kementerian HAM merencanakan untuk membatalkan partisipasi langsung di Sidang Dewan HAM PBB pekan ini.
"Kemungkinan Kementerian HAM akan berpartisipasi di penutupan pada akhir bulan," tutur Mugiyanto.
Bahkan, kata Mugiyanto, jika keamanan masih terus tidak memungkinkan, maka partisipasi Indonesia di Sidang ke-61 Dewan HAM akan sepenuhnya dilakukan oleh perwakilan tetap Indonesia di Jenewa.
Diketahui, Mugiyanto menjelaskan bahwa pesawat yang membawa dirinya beserta tim Kementerian HAM sebetulnya sempat lepas landas dari Doha pada Sabtu pukul 09.00 waktu setempat.
Namun, setelah 30 menit mengudara, penerbangan terpaksa dihentikan menyusul informasi penutupan wilayah udara di atas Irak dan Iran.
"Jadi setelah berputar-putar di udara selama sekitar 2 jam kami akhirnya mendarat kembali di Hamad Airport di Doha. Dan sejak pagi sampai sekarang kami masih berada di bandara di Doha ini," kata Mugiyanto.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintah Qatar telah memberlakukan status darurat nasional. Warga diimbau untuk tetap berada di rumah, menunda segala bentuk perjalanan, serta menjauhi kawasan militer.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id
































