Makna Ogoh-Ogoh: Arti Tradisi Pawai di Perayaan Malam Nyepi di Bali

Penulis: Yuliana Ratnasari - 1 Mar 2022 19:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Makna Ogoh-ogoh ditujukan untuk menyucikan lingkungan dari roh jahat untuk menghadapi hari raya suci Nyepi.
tirto.id - Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka akan diperingati masyarakat beragama Hindu pada Kamis, 3 Maret 2022.

Jika tidak pandemi, masyarakat yang merayakan akan menyambut hari suci ini dengan ratusan
ogoh-ogoh yang biasanya akan diarak dalam parade untuk memeriahkan malam pangerupukan Nyepi, tak terkecuali di Kota Denpasar, Bali.

Ogoh-ogoh tersebut tampak dalam berbagai bentuk dan ukuran menyerupai buta kala, atau makhluk mitologis Bali. Mereka berjejer di sepanjang jalan di Kota Denpasar dan sekitarnya setelah dikeluarkan dari balai banjar, tempat pembuatan ogoh-ogoh, pada Jumat paginya.

Karya seni ini biasanya dibuat oleh para pemuda banjar selama sebulan lebih sebelum perayaan Nyepi. Raksasa ini dibuat secara rumit dari kertas berwarna, potongan kaca, suede, perada, bambu, dan bahan lainnya. Dibuat dengan teliti, ogoh-ogoh lebih dari sekedar patung, mereka tampak hidup.

Makna Ogoh-Ogoh


Ogoh-ogoh ini mewakili roh jahat dan ditujuan untuk menyucikan lingkungan alami dari setiap polutan spiritual yang dipancarkan dari aktivitas makhluk hidup, termasuk manusia, demikian dilansir Digital Journal.

Nama ogoh-ogoh berasal dari Bali "ogah-ogah" yang berarti "mengguncang" dan mewakili kejahatan yang perlu dijauhkan dari manusia, seperti dikutip Now Bali. Masyarakat banjar yang ikut konvoi akan mengguncang-guncangkan ogoh-ogoh agar terlihat seperti bergerak dan menari.

Setelah diarak di sekitar kota dan desa, ogoh-ogoh itu nantinya dibakar sebagai simbol pemurnian diri. Dengan membakar ogoh-ogoh, umat Hindu artinya telah siap memperingati Nyepi dalam keadaan suci.

Di hari kesunyian itu, umat diharapkan untuk diam dan melakukan refleksi diri. Orang-orang tinggal di rumah dan tidak diizinkan untuk menggunakan lampu, menyalakan api, bekerja, bepergian atau menikmati hiburan. Bahkan para turis diminta untuk tidak meninggalkan hotel mereka.


Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2022 dan Tahun Baru Saka 1944 Bahasa Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

1. Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1944.
2. Selamat menyambut hari Nyepi Tahun Saka 1944.

3. Rahajeng Rahina Nyepi semeton sareng sami.
4. Selamat Hari Raya Nyepi saudara semuanya.
5. Rahajeng Rahina Nyepi semeton sareng sami, dumogi molihang kerahayuan lan kerahajengan.
6. Selamat Hari Nyepi untuk kita semua, semoga diberi kelancaran dan keselamatan.

7. Rahajeng Rahina Nyepi caka 1944, dumogi sareng sami ngemanggihin kerahayuan lan labda karya.
8. Selamat Hari Raya Nyepi tahun caka 1944, semoga kita semua mendapatkan kebahagian dan kelancaran dalam melaksanakan Nyepi

9. Rahajeng Rahina Nyepi, dumogi santhi semeton sami ring dija ja magenah.
10. Selamat Hari Nyepi, semoga kedamaian selalu menyertai di manapun kita berada.

11. Happy Nyepi Day 2021 to those who celebrate this Day of Silence. Let's make this year a better year for self-reflection and self-development.

12. Happy Saka New Year 1944. Hopefully, our introspection and retrospection will bring us to a better tomorrow.

13. Happy Nyepi Day 2021. May you find peace through 'Catur Brata' Penyepian.

14. Happy Nyepi Day 2021. May 'Catur Brata' Penyepian give you peace and harmony in life. I hope this day will be a start to a more peaceful and meaningful life.




Baca juga artikel terkait HARI RAYA NYEPI atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight