Menuju konten utama

Mahasiswa Bandung Demo Kenaikan Harga BBM di DPRD Jabar

Massa mahasiswa berencana melanjutkan aksi unjuk rasa pada Jumat (12/6/2026) besok. 

Mahasiswa Bandung Demo Kenaikan Harga BBM di DPRD Jabar
Ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa merespon kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah di depan gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Kamis (11/6/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). Mereka memprotes kenaikan harga BBM dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pantauan kontributor Tirto di lokasi, massa aksi menyuarakan desakan agar pemerintah mencari solusi atas kondisi tersebut. Mereka juga menilai seluruh proyek strategis nasional (PSN) menindas masyarakat.

"Tidak menguntungkan kita. Tidak ada kabar baik di negeri ini. Setiap bangun tidur, berita buruk selalu muncul. Tidak ada aspirasi kami dipenuhi," ucap seorang orator melalui alat pengeras suara.

Represivitas aparat terhadap demonstrasi juga menjadi sorotan massa aksi.

"Aksi mahasiswa dianggap aksi terorisme. Hari ini, masyarakat membuktikan perlawanan. Hari ini, kemarahan sedang ada di puncak-puncaknya," kata orator tersebut.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Muhammad Azhari, menyebut gerakan mahasiswa hari ini disulut kemarahan atas kondisi nilai rupiah dan harga BBM Pertamax yang kian tinggi.

Sepanjang aksi berlangsung, tidak ada aksi bakar-bakar. Para demonstran sekadar meluapkan aspirasi dan kemarahan kepada pemerintahan. Mereka melakukan aksi unjuk rasa secara damai.

"Lalu yang ketiga, kami juga merevisi terkait dengan RUU Polri yang kian menjabel (merampas) ruang-ruang sipil. Hari ini, dijabelnya aparatur-aparatur negara, di antaranya adalah Polri dan juga TNI," ujar Azhari.

Azhari memastikan mahasiswa UPI melakukan aksi unjuk rasa dengan damai. Segala aspirasi disampaikan secara teatrikal dengan seni.

"Marah terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Prabowo. Jika hari ini kita tidak didengarkan, besok kita akan hadir dengan eskalasi lebih besar. Cuman perlu ditegaskan di sini adalah walaupun eskalasinya besar, kita tetap aksi adalah aksi damai," tegas Azhari.

Ratusan massa aksi tersebut kemudian membubarkan diri pada pukul 17.30 WIB. Adapun mereka berencana melanjutkan aksi unjuk rasa pada Jumat (12/6/2026).

Baca juga artikel terkait UNJUK RASA atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi